Fokus

Ketegangan Baru China-Jepang di Perairan Kepulauan Senkaku

Perseteruan terbaru antara kapal-kapal China dan  Jepang di perairan yang disengketakan tidak jauh dari Taiwan. Jepang berkata telah mencegat dua kapal patroli penjaga pantai China di perairan kepulauan Senkaku pada hari Selasa. Ketegangan terus meningkat setelah perdana menteri Jepang berkata Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan.

Jepang mengatakan kapal-kapal patroli China berlayar menuju sebuah kapal penangkap ikan Jepang, dan pergi setelah mendapat peringatan dari penjaga pantai Jepang. Namun China memberi penjelasan berbeda, mengatakan kapal penangkap ikan Jepang telah memasuki perairan kepulauan Senkaku secara ilegal sebelum diusir. Baik China maupun Jepang mengklaim Kepulauan Senkaku sebagai milik mereka.

Kepulauan itu terletak sekitar 100 mil di sebelah timur Taiwan. Konfrontasi ini menyusul ketegangan China-Jepang yang meluap ke perdagangan, budaya dan pariwisata. China membatalkan 40% penerbangan ke Jepang untuk bulan Desember, yaitu sekitar 2,000 penerbangan. Ini signifikan karena Jepang menerima lebih banyak turis China dibandingkan negara lain di dunia, dan dapat merugikan Jepang lebih dari 1 miliar dolar tahun ini.

Bukan hanya pariwisata, Jumat lalu di Shanghai, seorang penyanyi Jepang dipaksa berhenti di tengah pertunjukan, lampu dan musik dihentikan di tengah lagu. China juga membatalkan belasan konser musisi Jepang bulan lalu.

Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan masyarakat Jepang terbagi pendapat tentang apakah Tokyo harus melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan. 48% mendukung langkah tersebut dan 44% menentangnya. Namun, lebih dari 60% mendukung rencana perdana menteri Jepang untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Dukungan rakyat pada perdana menteri juga tetap stabil di angka 75%, naik 1% dibanding bulan lalu.