Fokus

Kekhawatiran Krisis Pangan Akibat Banjir di Tiongkok

Banjir telah membasahi 70% provinsi di Tiongkok.

Di antaranya adalah lahan-lahan penting untuk pertanian, meningkatkan kekhawatiran akan suplai makanan dan produksi.

Menurut satu dokumen, kota Chengdu di Tiongkok Barat Daya, meminta agar para petani mulai menanam padi di kebun buah, juga di area pepohonan, dalam upaya untuk menanggapi kemungkinan krisis pangan.

Pihak berwenang kota mengatakan kepada penyiar nirlaba Radio Free Asia, bahwa langkah itu bersifat nasional.

Namun keuntungan menanam biji-bijian jauh di bawah menanam buah-buahan.

Kompensasi yang diberikan kepada petani juga berbeda menurut wilayahnya.

Di beberapa daerah, dana yang diberikan bahkan terlalu sedikit untuk menutupi biaya pokok untuk menanam biji-bijian.

Selain itu, rezim Tiongkok baru-baru ini menempatkan cadangan pasukan, yang dimobilisasi oleh pemerintah setempat, di bawah komando Komisi Militer pusat.

Spekulasi meningkat bahwa Xi Jinping sedang memulai persiapan makanan dan perang.

Itu terjadi saat rezim Tiongkok tampaknya memandang semua negara Barat sebagai musuh Tiongkok.

Gagasan ini telah berusia puluhan tahun, dan datang dari mantan pemimpin Tiongkok, Mao Zedong, pada masa ketika Tiongkok benar-benar menutup pintunya ke dunia Barat. (ntdtv/jl)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.