Fokus

Komentar Produser Hollywood Terkait Sensor di Hong Kong

Sensor film Hong Kong kini memiliki kekuatan untuk melarang film yang mereka anggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

Itu, setelah otoritas memperbarui Pedoman Sensor Film mereka.

NTD mewawancarai produser Hollywood jangka lama untuk mendapatkan wawasan tentang masalah ini.

Undang-undang keamanan nasional Hong Kong telah secara resmi merembes ke sektor hiburannya.

Pedoman sensor film kota yang baru-baru ini diperbarui mengatakan, jika sebuah film “sama dengan pelanggaran yang membahayakan keamanan nasional”, maka badan sensor harus melarang penayangannya.

Produser film Hollywood jangka lama dan mantan Presiden DMG Entertainment, Chris Fenton, mengatakan kepada NTD, dia tidak terkejut bahwa hukum itu telah mengambil alih ruang hiburan.

Namun dia mengatakan Hollywood tidak akan berusaha keras untuk memenuhi UU keamanan nasional hanya untuk mendapatkan akses ke pasar Hong Kong. Itu karena pasar tersebut tidak cukup signifikan.

Tapi inilah yang dia katakan akan dilakukan Hollywood sebagai gantinya.

“Undang-undang keamanan nasional yang berlaku di Hong Kong juga berlaku di Tiongkok daratan. Jadi, jika Hollywood menenangkan PKT dengan film tertentu untuk pasar Tiongkok daratan, itu juga akan berhasil untuk pasar Hong Kong… Banyak industri, termasuk Hollywood, kini melihat wilayah itu seolah-olah hanya bagian dari RRT. Dan sangat mungkin bahwa Hollywood akan terus berdamai dengan Partai Komunis Tiongkok, atau PKT.”

Fenton mengatakan, meskipun politisi AS menunjukkan sikap yang lebih tegas terhadap Tiongkok, Hollywood tampaknya tidak mengikutinya.

“Jelas kita melihat Washington DC dengan basis bipartisan, baik Demokrat maupun Republik, mulai bersatu untuk mencoba melawan gangguan Partai Komunis Tiongkok terhadap hak-hak Amerika dan hukum Amerika, tapi kita belum melihatnya dari Hollywood, faktanya…”

Fenton telah mengerjakan film blockbuster seperti ‘Iron Man 3’ dan ‘Looper.’

Dia juga menulis sebuah buku yang membahas Hollywood dan Tiongkok, berjudul “Feeding the Dragon” (Memberi Makan Sang Naga).

“Salah satu hal yang dibicarakan dalam buku saya adalah promosi Tiongkok, hampir seperti iklan. Cara kita berupaya, agar pemerintah Tiongkok setuju, dengan mendukung film kita dan memungkinkan kita mengakses pasar Tiongkok. Adalah bagaimana kita membuat Tiongkok dan pemerintah Tiongkok terlihat sebaik mungkin.”

Upaya penenangan Hollywood ke Beijing, akhirnya akan memengaruhi apa yang bisa dilihat penonton di layar.

Fenton memberi kita contoh tentang ini dari pengalaman pribadinya.

“Jadi dalam buku itu saya berbicara tentang dua film tertentu dimana kami melakukannya. Salah satunya adalah Looper, film Bruce Willis dan Joseph Gordon-Levitt. Di mana kami benar-benar mengubah masa depan di mana film itu berlangsung, 40 tahun dari sekarang, ke Tiongkok, sebelumnya di naskah, sebelum diubah adalah, di Prancis. Dan Bruce Willis bukannya menikahi seorang wanita Prancis, di film itu, dia justru menikahi seorang wanita Tiongkok, yang dia temui di Tiongkok.”

Produser ini mengungkapkan detail yang membuka mata tentang apa tujuan akhir Beijing bagi Hollywood.

PKT ingin menggunakan film untuk mempromosikan komunisme sebagai bentuk pemerintahan terbaik.

“Jadi jika Anda melihat, apa yang mereka sukai dari film yang datang dari luar negeri, adalah film yang mempromosikan gagasan bahwa Partai Komunis Tiongkok, yang dijalankan oleh Xi Jinping, adalah bentuk pemerintahan yang fantastis… mereka ingin menyampaikan pesan bahwa Tiongkok memiliki bentuk pemerintahan terbaik, secara global. Dan itulah tujuan akhir mereka dengan film-film khusus dari Hollywood ini.”

Tapi Fenton juga menunjukkan sesuatu yang menggembirakan.

Artinya, konsumen, berbagai media, dan politisi memperhatikan apa yang dilakukan Hollywood.

Dan mereka memberi lebih banyak tekanan pada industri film, untuk menghentikannya dari melayani Beijing.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI