Fokus

Kondisi Terbaru Daerah “Beresiko Tinggi” di Tiongkok (21 Mei)

Sebuah video tanggal 19 Mei menunjukkan barisan sepanjang 100 meter di luar sebuah rumah sakit di kota Shenyang, Timur Laut Tiongkok. Orang yang mengambil video mengatakan, semua orang telah mendaftar secara online sebelum datang. Dia tidak mengatakan apakah mereka sedang menunggu pengetesan virus PKT, atau mereka hanya merasa tidak enak badan dan ingin pergi ke dokter. Media lokal tidak melaporkan berita tersebut.

Video lain menunjukkan orang-orang mengenakan pelindung di sebuah sekolah dasar di Shenyang Sekolah itu sedang ditutup.

Pada 18 Mei, di kota yang sama, dua bus tiba di sebuah pusat perbelanjaan, dan orang-orang dengan baju pelindung keluar. Diperkirakan bahwa ada kasus baru ditemukan di pusat perbelanjaan itu, jadi pedagang dan pembeli di sana, dites.

Seorang warganet berkomentar: “Seluruh kota Shenyang telah jatuh ke tangan virus. Di mana-mana dikunci. Partai komunis tidak pernah mempublikasikan angka sebenarnya dari kasus yang dikonfirmasi, sama seperti mereka tidak pernah mempublikasikan apapun tentang korupsinya sendiri.”

Kota Timur Laut Tiongkok, Shulan adalah salah satu dari dua daerah “beresiko tinggiā€¯ di Tiongkok saat ini. Tidak ada yang diijinkan untuk memasuki lingkungan di sana.

Pada 20 Mei, otoritas lokal memperketat lagi langkah-langkah pengendalian Di sembilan lingkungan, warga bahkan tidak diizinkan berjalan di luar.

Kini ke Beijing. Acara politik paling penting di Tiongkok, “Two Sessions,” akan dimulai di sana pada 21 Mei. Pihak berwenang Tiongkok mewajibkan semua jurnalis yang hadir untuk menjalani tes virus PKT, yang juga dikenal sebagai virus korona baru. Ada pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

Konferensi pers akan dilakukan lewat tautan video. Para diplomat yang ingin menghadiri acara tersebut, harus menginap di rumah tamu negara, pada malam sebelumnya, dan menjalani tes untuk virus PKT.

Satu kasus khusus di Shanghai telah membuat orang-orang khawatir. Seorang wanita dari Wuhan dinyatakan positif terkena virus PKT di rumah sakit Shanghai pada 19 Mei. Dia tiba di Shanghai delapan hari sebelumnya, dan menggunakan transportasi umum saat berada di kota itu. Dia dites dan hasilnya negatif, sebelum meninggalkan Wuhan. Jadi dia diberi kode kesehatan hijau.

Seorang warganet mempertanyakan apakah tes di Wuhan tidak akurat, atau apakah dia terinfeksi saat dalam perjalanan ke Shanghai?

Banyak orang Tiongkok sudah tahu bahwa pihak berwenang tidak melaporkan angka-angka yang tepat. Jadi, jika satu kasus secara resmi dikonfirmasi, orang-orang khawatir kalau situasi yang sebenarnya sangat mungkin adalah jauh lebih buruk. Kurangnya transparansi menghasilkan kecemasan atau bahkan kepanikan.

Setelah rencana Wuhan untuk mengetes semua 11 juta penduduknya dalam 10 hari, Menkes Taiwan mengatakan bahwa situasi epidemi Tiongkok jauh lebih buruk daripada yang mereka katakan,  dan dia bilang bahwa dia khawatir epidemi itu akan ditutup-tutupi lagi.

Dia menambahkan bahwa PKT ingin melanjutkan pekerjaan dengan lancar, dan untuk menstabilkan situasi selama pertemuan Majelis Kesehatan Dunia, namun dia takut kalau PKT akan menutup-nutupi untuk kedua kalinya.”

Dia memperingatkan bahwa Taiwan harus tetap waspada setiap saat, karena Tiongkok memiliki kebiasaan untuk menutup-nutupi.”

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.