Site icon NTD Indonesia

Korban Tewas Nepal Tembus 1,000 Jiwa, China Ditunding Halangi Penyelidikan

Jumlah korban tewas di Nepal kini secara resmi telah melampaui seribu orang. Pihak berwenang di Nepal mulai melakukan pemakaman massal, sementara China dituduh menghalangi penyelidikan terhadap kemungkinan penyebab banjir dahsyat pekan lalu.

Di Nepal, pihak berwenang melakukan pemakaman sementara terhadap jenazah yang telah teridentifikasi di parit-parit yang digali di hutan. Tindakan ini didorong kekhawatiran akan risiko kesehatan yang semakin meningkat, karena beberapa jenazah mulai membusuk.

Jumlah korban tewas kini secara resmi mencapai lebih dari 1.000 orang, 6 hari setelah banjir besar melanda Nepal dan Tibet yang dikuasai China.

Sementara di sisi yang lebih positif, hampir seribu anak mungkin telah diselamatkan saat kepala sekolah mengambil tindakan cepat saat mendengar peringatan banjir. Ia segera mengorganisir bus dan sepeda motor untuk menjemput para siswa.  

“Saat saya meninggalkan sekolah, air sudah menggenangi bagian dalam sekolah. Kami mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat sehingga nyawa terselamatkan.”

Sementara di sisi China, Partai Komunis China menyensor rekaman bencana di media sosial dan televisi. Telah muncul spekulasi bahwa proyek pembangkit listrik tenaga air China menjadi penyebab banjir. Namun menurut seorang mantan anggota pemerintah Nepal, PKC tidak mengizinkan para ilmuwan menyelidiki apa yang terjadi dan memantau gletser-gletser. Ia berkata China justru mencegah warga menyeberang ke wilayah mereka, padahal masih banyak keluarga yang menunggu sanak saudaranya untuk ditemukan.