Fokus

Kreditur Internasional Real Estat Tiongkok Mengancam akan Menuntut

Evergrande berkata pihaknya mempekerjakan lebih banyak penasihat keuangan dan hukum untuk membantu menangani utangnya.

Langkah itu dilakukan setelah sekelompok kreditur internasional mengancam akan menempuh jalur hukum.

Evergrande mengatakan hari Jumat, pihaknya mengusulkan untuk mempekerjakan dua perusahaan Tiongkok sebagai penasihat keuangan, dan sebuah firma hukum sebagai penasihat hukum, untuk membantu menangani utang.

Itu menurut pernyataan pasar saham.

James Nolt, pakar ekonomi politik: “Ini adalah awal dari penyelesaian yang sangat lama dari masalah semacam, pasar real estat Tiongkok yang terlalu panas.”

Langkah Evergrande datang setelah sekelompok pemegang obligasi di luar negeri mengancam untuk tindakan hukum, atas apa yang disebutnya, proses restrukturisasi utang “buram” Evergrande.

James Nolt adalah pakar ekonomi politik.

Dia pikir ini bisa menjadi awal dari krisis real estat yang lebih umum, sebagian karena banyak pengembang properti Tiongkok, didanai oleh uang asing.

Nolt: “Jadi kalaupun ada bank-bank Tiongkok yang mungkin, misalnya, mau mengabaikan kondisi gagal bayar, mungkin karena alasan kebijakan. Orang asing tidak mau melakukan itu, Anda tahu, mereka ingin dibayar untuk uang yang mereka pinjamkan.”

Para kreditur internasional mengatakan mereka tidak tahu apa-apa tentang rencana perusahaan.

Setelah berbicara dengan Evergrande, mereka hanya menerima “sedikit lebih dari kepastian niat yang samar, kurangnya detail dan substansi.”

Nolt mengatakan, bahkan jika Evergrande mencoba menjadwal ulang pinjamannya, itu mungkin tidak berhasil, karena harus memiliki beberapa ‘solvabilitas’ dasar.

Dan dia mengatakan beberapa dari perusahaan ini terjebak dalam investasi yang buruk.

Nolt: “Tidak jelas berapa solvabilitas yang mereka miliki. Dan tanpa, katakanlah, dana talangan pemerintah yang besar untuk menutupi kerugian mereka. Bahkan mungkin tidak ada dana, bahkan jika Anda memperpanjang pembayaran, mungkin tidak ada dana untuk benar-benar menutupi program apa pun yang akan memuaskan para kreditur.”

Nolt mengatakan, setelah bertahun-tahun memperluas kredit dan menaikkan harga, dia pikir harus ada perhitungan, dan waktu Tiongkok akan segera datang.

Lebih banyak pengembang real estat Tiongkok menghadapi utang dalam jumlah besar yang jatuh tempo tahun ini.

Bagaimana mereka bisa mengatasi masalah ini?

Dan akankah rezim Tiongkok turun tangan untuk membantu?

Pengembang properti Tiongkok memiliki utang senilai $ 117 miliar yang jatuh tempo tahun ini, menurut data Refinitiv.

Sekitar sepertiga dari itu, dalam mata uang dolar.

Dan investor ingin tahu apakah mereka dapat melakukan pembayaran.

Profesor Bisnis, Frank Xie: “Jelas mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar.”

Profesor Bisnis, Frank Xie, berpikir alasan utama mereka akan kesulitan membayar adalah karena mereka kekurangan uang tunai akibat penurunan penjualan.

Penjualan rumah Tiongkok bulan lalu turun 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dan pengembang menghadapi tekanan likuiditas yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pembatasan pinjaman pemerintah selama bertahun-tahun.

Ini menyebabkan serangkaian gagal bayar utang luar negeri dan penurunan peringkat kredit.

Meski para pengembang ini sangat ingin mendapatkan bantuan dari Beijing, Xie berpikir ada dua alasan yang menghalangi rezim untuk terlibat.

Xie: “Saya tidak berpikir Tiongkok memiliki cadangan devisa yang cukup untuk membayar hal-hal semacam ini. Apalagi ini bukan hanya satu perusahaan, tapi puluhan perusahaan… leverage-nya sangat tinggi, dan utangnya sangat tinggi. Dan itu hanya sesuatu yang tak tertahankan untuk ditanggung oleh pemerintah pusat.”

Alasan kedua adalah pertikaian internal Partai Komunis Tiongkok, dan ada kemungkinan bahwa Xi tidak akan menyelamatkan pengembang tertentu karena mereka berasal dari faksi yang saling bentrok.

Masih harus dilihat apakah pengembang Tiongkok akan dapat bernegosiasi dengan kreditur untuk memperpanjang tenggat waktu atau memodifikasi kontrak.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI