Site icon NTD Indonesia

Krisis Utang China: 1 dari 10 Orang Dewasa Gagal Bayar Utang

Bloomberg menyebutkan sekitar 100 juta warga China menunggak pembayaran hutang, artinya satu dari 10 orang dewasa menghadapi masalah ini. Utang meliputi tagihan kartu kredit, kredit perumahan, dan jenis pinjaman lain. Masalah meningkat tajam setelah pandemi, menurut sebuah firma riset Hong Kong, yang menganalisa data dari 26 bank dan sumber-sumber lain. Sementara angka resmi dari pihak berwenang China tidak bisa dianalisis, karena regulator berhenti mempublikasikan angka pinjaman pribadi yang macet.

Seorang pria yang mengelola perusahaan perantara pinjaman di China memberitahu media bahwa semakin banyak kelas menengah yang kembali terjerumus kemiskinan. Banyak klien jutawannya yang kini terlilit hutang sangat besar. Hambatan utama berasal dari pasar properti yang lesu, melemahnya daya beli, serta ketegangan dengan negara-negara lain yang membebani ekspor China.

Investasi asing langsung ke China juga menurun 8,6% secara tahunan dalam lima bulan pertama tahun ini, menurut data resmi hari Senin. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor masih bersikap hati-hati akan ketidakpastian seputar prospek pertumbuhan dan arah kebijakan China.

Analis yang sering skeptis mengenai cara otoritas China melaporkan angka-angka ekonomi, memperingatkan bahwa angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.