Fokus

Kritikus HAM Menjawab Ajakan Mantan Pemain NBA, Yao Ming

Dua minggu dan terus berlanjut sebelum Olimpiade Musim Dingin Beijing dimulai.

Namun saat upacara pembukaan semakin dekat, perhatian internasional tertuju pada situasi HAM Tiongkok.

Kini, lebih banyak atlet bintang yang terlibat.

Pemain tengah Boston Celtics, Enes Kanter Freedom telah secara blak-blakan atas kritiknya terhadap pelanggaran HAM di Tiongkok.

Dia menanggapi permintaan untuk mengunjungi Tiongkok dari mantan bintang NBA, Yao Ming, di media sosial pada hari Rabu.

Freedom: “Saya ingin menjadi sangat jelas, saya tidak menentang orang-orang Tiongkok. Masalah saya adalah dengan kultus Partai Komunis Tiongkok, dan diktator brutal, Xi Jinping. Saya ingin datang ke Tiongkok musim panas ini dan melihat semuanya dengan mata kepala sendiri. Tapi dalam perjalanan ini, akankah kita bisa mengunjungi kamp kerja paksa Uighur? Atau mengunjungi wanita tak berdosa yang disiksa, diperkosa dan dilecehkan? Akankah kita bisa melihat bagaimana rezim menghancurkan tubuh, setelah mengambil organ mereka, sehingga tidak ada bukti? Atau akankah Anda menunjukkan kepada saya propaganda saja?”

Freedom melanjutkan dengan menanyakan apakah mereka dapat mengunjungi Taiwan, Tibet, dan Hong Kong bersama-sama, dan menunjukkan bagaimana pemerintahan komunis Tiongkok, atau ancamannya, telah secara buruk mempengaruhi mereka.

Yao Ming adalah pemain lama dengan Houston Rockets hingga 2011, dan saat bekerja sebagai duta promosi, dia membantu Beijing memenangkan tawarannya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Yao sekarang adalah presiden Asosiasi Bola Basket Tiongkok yang dikendalikan negara.

Terkait dengan meningkatnya pengawasan terhadap HAM Tiongkok, bulan lalu, seorang jurnalis media pemerintah Tiongkok memposting foto dan klip Yao bersama bintang tenis Tiongkok, Peng Shuai.

Gambar-gambar itu dibagikan di Twitter, – yang diblokir di Tiongkok.

Menyarankan, konten itu mungkin dimaksudkan untuk dilihat oleh orang-orang di luar Tiongkok.

Peng adalah mantan Juara Dunia Tenis Putri Ganda.

Dia telah menjadi pusat badai internasional sejak November lalu, saat dia menuduh seorang mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok melakukan kekerasan seksual.

Segera setelah itu, postingannya dengan cepat dihapus dari media sosial Tiongkok.

Awal pekan ini (17 Jan), Yao berbicara tentang pertemuannya dengan Peng, menggambarkannya sebagai dalam “kondisi yang cukup baik.”

Namun Asosiasi Tenis Wanita (WTA) terus menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tuduhan Peng, serta menangguhkan semua turnamen di Tiongkok terkait keselamatannya.

Bintang tenis Jepang, Naomi Osaka memuji langkah Asosiasi Tenis Wanita terkait Peng Shuai.

Osaka telah memenangkan ‘Australia Open’ terakhir, dan pada konferensi pers untuk Australia Open yang sedang berlangsung, sang Juara bertahan berkata, semua orang menunggu informasi lebih banyak tentang Peng.

Osaka: “WTA, seluruh organisasi, mereka menanganinya dengan sangat baik. Saya sangat bangga dengan mereka. Dan saya pikir… Saya rasa ini adalah situasi di mana kita membutuhkan lebih banyak informasi, yang pasti sangat sulit, jadi, semacam, saya pikir semua sedang menunggu.”

Komite Olimpiade Internasional, atau IOC, sedang memanas.

Para politisi dan atlet mencela organisasi itu karena apa yang mereka katakan sebagai keterlibatan komite tersebut terhadap pelanggaran HAM Beijing.

Tiga kali peraih medali Olimpiade dari Jerman, Erik Lesser, mengatakan IOC harus menghadapi kritik apapun atas Beijing yang diberi hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Dia mengatakan kepada sebuah surat kabar Jerman bahwa, “Kita sekarang berdiri di sini, harus membenarkan diri kita sendiri untuk Olimpiade (yang diselenggarakan) di negara, di mana HAM dilanggar. Jadi pada gilirannya kita harus lebih kritis tentang apa yang Thomas Bach sebagai presiden IOC tidak capai.”

Sementara itu di AS, perwakilan Wisconsin, Mike Gallagher, mengatakan dia akan memperkenalkan undang-undang untuk memberikan sanksi pada Komite Olimpiade Internasional.

Ini, atas dugaan kerjasama IOC dengan Beijing, dalam insiden yang melibatkan pemain tenis Tiongkok, Peng Shuai.

Selama Peng Shuai menghilang dari pandangan publik, Presiden IOC, Thomas Bach mengadakan pertemuan virtual dengannya, tampaknya untuk menunjukkan bahwa Peng aman dan sehat.

Gallagher memberi tahu Fox News bahwa IOC menyediakan perlindungan bagi Partai Komunis Tiongkok, dan menggemakan cerita PKT tentang peristiwa seputar hilangnya Peng.

Dia mengatakan, tidak lagi cukup untuk menyerukan boikot Olimpiade, dan bahwa, inilah saatnya menjatuhkan sanksi kepada Presiden IOC, Thomas Bach.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI