Sebuah laporan terbaru mengungkap keberadaan berbagai situs web palsu berkamuflase menggunakan nama media besar Amerika demi menyebarkan propaganda pro China. Kampanye ini menargetkan sebuah perusahaan seni pertunjukan Shen Yun yang berpusat di New York, yang menyoroti upaya Beijing untuk membungkam kelompok tersebut. Koresponden NTD Jack Bradley, melaporkan.
Sebuah investigasi terbaru mengungkap operasi terkoordinasi oleh China. Para peneliti di Graphika mengidentifikasi 43 domain dan 37 subdomain, semuanya berasal dari China, mencatut nama media seperti New York Times, Wall Street Journal, Guardian, dan lainnya. Operasi propaganda ini disebut ‘Spamouflage’, yang mengandalkan akun palsu dan penyebaran konten secara terkoordinasi.
Target utamanya adalah Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan seni asal New York yang menampilkan kebudayaan tradisional China dengan slogan utamanya China sebelum komunisme. Shen Yun juga menggambarkan pelanggaran HAM oleh rezim China serta penindasan terhadap agama. Perusahaan ini didirikan di Amerika Serikat oleh para praktisi Falun Gong, atau dikenal sebagai Falun Dafa—sebuah disiplin spiritual berbasis meditasi dan ajaran moral yang telah dianiaya secara kejam oleh rezim PKC sejak 1999.
[Leeshai Lemish, MC Shen Yun Performing Arts]:
“Rekan emcee pertama saya berasal dari Beijing, dan Biro Keamanan Nasional China mendatangi keluarganya di Beijing setiap akhir pekan dan mengatakan pada mereka, ‘Kami tahu apa yang dilakukan putri Anda. Suruh dia berhenti.’ Juga ada satu pemain Erhu, dia seorang musisi solois. Setelah dia tampil bersama kami, suaminya ditangkap dan disiksa selama tiga tahun.”
Berdasarkan riset, banyak dari situs palsu yang menyerang Shen Yun ini telah ada selama lima tahun terakhir. Hasil investigasi juga mengungkap kontrak antara pemerintah China dengan perusahaan public relation yang mempromosikan konten tersebut. Satu contoh, kota Changchun membayar sebuah perusahaan PR asal China lebih dari $15.000 memublikasikan ratusan konten promosi menggunakan nama berbagai media asing.
Laporan menyebutkan setidaknya 41 akun X dan tiga laman Facebook menyebarkan konten serupa untuk menyerang Falun Gong dan Shen Yun menggunakan identitas palsu dan hampir tidak memiliki pengikut.
Sebagian besar domain menyasar audiens asal China, namun ada pula yang menargetkan pembaca luar negeri. Sangat disayangkan karena kampanye ini mencatut nama berbagai media besar dan media sosial Barat demi memoles kredibilitas berita bohong serta memperluas tekanan Beijing ke mancanegara. Jack Bradley, NTD News.

