Fokus

Laporan Warga Lokal, Banyak Kematian dari Influenza di China

Kini ke kesehatan publik di China. Laporan dari warga menyatakan banyaknya kematian akibat virus influenza A. Di sisi lain, CDC China belum merilis informasi apapun tentang situasi ini, namun justru mengklaim jumlah kasus virus yang lebih sedikit. Banyak pengguna internet China yang meragukan laporan resmi ini. Sekarang mereka meminta Beijing untuk merilis data yang sebenarnya. Ulasan singkat tentang flu burung, virus ini adalah sejenis influenza A, yang saat ini menyebar melalui populasi unggas di China, AS, Jepang, dan negara-negara lainnya. Beberapa negara di Barat, berkata risiko infeksi ke manusia rendah, selama manusia menghindari kontak dengan unggas yang terinfeksi. Virus ini menyebabkan gejala yang lebih parah di manusia. Disinilah situasinya menjadi aneh. Di dalam China, warga di seluruh negeri memberitahu kami, rumah sakit tidak mengetes virus flu burung saat pasien menunjukkan gejala flu. Berarti, tidak ada yang tahu mereka terinfeksi, atau berapa banyak yang terinfeksi, atau yang meninggal.  Flora Hua dari NTD melaporkan.

Warga dari provinsi Selatan Sichuan memposting video di Tiktok China berkata bahwa koleganya meninggal tadi malam setelah terinfeksi virus influenza, dia berumur 30 tahunan. Lebih dari 35 ribu orang memposting ulang video ini, banyak yang berkomentar tentang kasus kematian yang mirip di komunitas mereka. Lusinan komentar berkata warga paruh baya telah meninggal akibat virus. Banyak postingan seperti ini di media sosial China. Namun kelihatannya informasi seperti itu tidak diumumkan oleh badan kesehatan resmi, atau diliput oleh media di China. Dalam laporan terbaru yang berfokus pada virus influenza, CDC China mengklaim bahwa baik di selatan maupun utara China, kasus positif telah menurun, dengan hanya satu kasus regional yang dilaporkan. Laporan itu jauh berbeda dengan apa yang dikatakan para warga China.

Diluar Daratan China, otoritas Hong Kong melaporkan 137 kematian dari virus influenza, dari Januari hingga Februari. Laporan resmi Makau berkata dua kematian terjadi dalam satu hari. Salah satu korban baru berumur 35 tahun. Flora Hua, NTD News.

Flu burung dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pneumonia, dan peradangan otak. Satu sub-tipe dari flu burung disebabkan oleh virus H5, yang menyebar di dunia di unggas, dan terkadang, sapi. Flu burung H5 telah menyebabkan infeksi manusia, walaupun jarang, dan bisa menjadi fatal.