Fokus

Latihan Militer Bersama Tiongkok, Rusia, dan Iran

Hari ini, kita melihat ke wilayah Indo-Pasifik, masalah militer, serta masalah lainnya.

Musuh AS mengadakan latihan militer bersama.

Latihan angkatan laut trilateral yang melibatkan Tiongkok, Rusia dan Iran dimulai pada hari Jumat, di bagian Utara Samudera Hindia.

Media pemerintah Iran mengatakan 11 dari kapalnya bergabung dengan 3 kapal Rusia, termasuk 1 kapal perusak, dan 2 kapal Tiongkok.

Latihan angkatan laut ini diperkirakan akan berlangsung sekitar 10 ribu mil.

Mereka termasuk latihan malam, operasi penyelamatan dan latihan pemadam kebakaran.

Tiongkok, Rusia, dan Iran mulai melakukan latihan angkatan laut bersama pada 2019.

Latihan ini adalah yang ketiga sejak saat itu, tapi tidak akan menjadi yang terakhir.

Seorang juru bicara latihan mengatakan mereka berniat untuk melanjutkan di masa depan.

Iran telah berusaha untuk meningkatkan kerja sama militer dengan Tiongkok dan Rusia, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

Meski tampaknya Tiongkok dan Iran, bukan satu- satunya negara yang bekerja sama dengan Rusia.

Laporan baru-baru ini mengatakan bahwa Rusia bekerja dengan India untuk mengembangkan rudal jelajah supersonik, dan bahwa rudal-rudal itu telah dijual ke Filipina.

Baik India dan Filipina, baru-baru ini berkonflik dengan Tiongkok.

Australia dan Inggris akan “melawan balik”, itulah yang dikatakan Menhan Australia, Peter Dutton, hari Kamis.

Dia membuat jelas, bahwa bersama dengan Inggris, mereka tidak akan mentolerir serangan dunia maya dari Tiongkok, Rusia, atau Iran.

Dutton mengatakan Inggris dan Australia adalah target serangan reguler dari negara-negara itu.

Meski ketiganya mengklaim, tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut.

Jadi, bagaimana rencana kedua negara itu untuk melawan balik?

Australia dan Inggris sepakat untuk mengkoordinasikan sanksi dunia maya terhadap rezim-rezim tersebut, untuk meningkatkan pencegahan.

Langkah itu dapat meningkatkan biaya aktivitas negara yang bermusuhan, di dunia maya.

Selain itu, mereka berencana untuk berinvestasi dalam infrastruktur di kawasan Indo-Pasifik.

Menlu Inggris, Liz Truss mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Inggris berkomitmen untuk membangun ‘jaringan kebebasan’, dan itu berarti memperjuangkan demokrasi dengan mendukung negara-negara di Indo-Pasifik untuk menyelesaikan kebutuhan pembangunan mereka.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI