Fokus

Latihan Warga Taiwan untuk Menghadapi Serangan Udara

Apakah warga Taiwan siap jika terjadi invasi oleh Beijing? Pulau tersebut ingin memastikan bahwa jawabannya adalah ya.

Itu terjadi di tengah meningkatnya tekanan militer Tiongkok, serta invasi Rusia ke Ukraina, yang membawa perhatian baru pada potensi serangan dari Tiongkok.

Saat ini Taiwan sedang mempersiapkan tempat perlindungan serangan udaranya.

Pulau demokrasi itu telah bertekad untuk mempertahankan diri, dan telah menjadikan penguatan pertahanannya sebagai prioritas, memastikan agar militer dan warga sipilnya siap.

“Ketika Anda melihat perang di Ukraina, saat mereka, Rusia menyerang, pada awalnya mereka akan membidik sasaran militer, tapi sulit untuk membayangkan bahwa mereka tidak akan melukai masyarakat yang tidak bersalah. Bangunan, organisasi, atau sekolah biasa juga bisa terkena serangan. Dalam nada yang sama, Taiwan dapat menghadapi situasi yang sama.”

Selama latihan, warga terlihat berjongkok di tempat parkir bawah tanah. Mereka menutupi mata dan telinga mereka sambil menjaga mulut mereka tetap terbuka, untuk meminimalkan dampak gelombang ledakan.

Taipei memiliki lebih dari 4 ribu 6 ratus tempat perlindungan yang dapat menampung sekitar 12 juta orang, lebih dari empat kali populasinya. Pintu masuk tempat perlindungan ditandai dengan label kuning di ruang bawah tanah, seperti tempat parkir bawah tanah, sistem kereta bawah tanah, serta pusat perbelanjaan bawah tanah.

Tapi banyak orang di Taiwan masih tidak menyadari sistem perlindungan yang membentang di bawah sebagian besar kota.

Harmony Wu tidak tahu bahwa tempat perbelanjaan bawah tanah tempat dia dan teman-temannya berlatih menari akan menjadi tempat perlindungan serangan udara, jika terjadi perang. Tapi dia mengatakan, dia mengerti tentang pentingnya hal itu.

“Saya cukup terkejut. Sejak saya mulai datang ke sini untuk berlatih menari, saya selalu berpikir ini hanyalah tempat untuk berbelanja. Jadi ketika saya mendengar Anda mengatakan itu adalah tempat perlindungan bom, saya merasa sangat terkejut. Tapi saya juga berpikir bahwa hal ini sangat penting dan perlu. Saya pikir perang itu brutal. Kami tidak pernah mengalami perang, karena sejak kami lahir, kami telah mengalami masa damai, yah yang dianggap damai. Saya pikir kita tidak siap dan tidak akan segera menyadari bahwa saat perang telah tiba, kita mungkin masih tertawa dan bersenang-senang tanpa mengetahui bahwa di luar, perang sudah dimulai.”

Pejabat Taipei telah membuat informasi tentang tempat perlindungan ini lebih mudah diakses, meluncurkan kampanye media sosial dan poster, serta menandai lokasi mereka di aplikasi smartphone.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI