AS menyambut bergabungnya India dalam aliansi teknologi dan AI baru, PAX Silica. Grup ini bertujuan mempersiapkan era AI sekaligus membendung dominasi rantai pasok teknologi China. India kini resmi menjadi anggota ke-10 bersama negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Israel, dan Uni Emirat Arab.
Aliansi ini berfokus pada akses teknologi, regulasi AI, dan mengurangi ketergantungan mineral penting pada satu negara. Perwakilan AS dan India menyoroti lonjakan permintaan global atas chip computer, memori, dan komponen kunci AI lainnya. Para anggota berkomitmen pada regulasi yang pro-bisnis namun tetap mendorong inovasi bagi ekonomi berkembang.
Langkah ini menandai membaiknya hubungan AS-India pasca sengketa dagang tahun lalu. India sempat menghadapi tarif tinggi di bawah administrasi Trump yang kini perlahan mulai dikurangi, sementara perubahan kebijakan AS terbaru menjadikan India tujuan utama investasi teknologi. Google dan Microsoft telah mengumumkan proyek miliaran dolar untuk memperluas infrastruktur data, cloud dan AI.
Analisis mengatakan bahwa India ingin mendiversifikasi rantai pasok demi menghindari ketergantungan pada China. Pejabat senior AS menyebut India sebagai satu-satunya pilihan, berkat keunggulan sumber daya manusia dan skala pasarnya yang besar setelah China.
