Fokus

Lebih Banyak Nuklir AS untuk Melawan China dan Rusia

Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan apakah akan mengerahkan lebih banyak senjata nuklir, itu untuk melawan meningkatnya agresi dari China dan Rusia.

Rincian itu berasal dari komentar seorang pejabat Gedung Putih pada hari Jumat, dalam pertemuan Asosiasi Pengendalian Senjata.

Pranay Vaddi adalah pejabat tinggi pengawasan senjata di Dewan Keamanan Nasional dia berkata:

“Lebih banyak senjata nuklir diperlukan untuk mencegah musuh-musuh kita, dan melindungi rakyat Amerika, serta sekutu kita.”

Pejabat lain yang bertugas di Komisi Kongres untuk Postur Strategis AS, mengatakan China dan Rusia berada di jalur yang sangat agresif untuk mengembangkan kekuatan nuklir mereka.

Sehari setelah komentar tersebut, Beijing menanggapinya dengan menuduh Washington meremehkan perlucutan senjata nuklir.

AS saat ini memiliki tidak lebih dari 1.500 hulu ledak nuklir, berdasarkan perjanjian yang dibuat dengan Rusia pada tahun 2010, tapi Moskow menangguhkan perjanjian tersebut tahun lalu, sementara Partai Komunis China dengan cepat memperluas persenjataan nuklirnya.

Pentagon telah memperingatkan bahwa Beijing dapat memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.

Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang berupaya untuk mengoordinasikan respons nuklir antar sekutu, jika terjadi potensi perang dengan Korea Utara.

Pejabat senior pertahanan dari kedua belah pihak. mengadakan pembicaraan di kelompok konsultatif nuklir ketiga, di Seoul.

“Mereka menyiapkan arsitektur untuk apa yang pada akhirnya NCG memberikan pengawasan, yang akan menjadi pengembangan opsi CNI, yang kita bisa… Konsep dan opsi yang pada akhirnya dapat kita berikan kepada kepemimpinan kita, dalam sebuah krisis.”

Amerika Serikat telah berjanji untuk memberikan Korea Selatan lebih banyak wawasan mengenai perencanaan nuklirnya, jika terjadi konflik dengan Korea Utara.

Rancangan pedoman menguraikan prinsip-prinsip dan prosedur, untuk memelihara dan meningkatkan pencegahan nuklir yang kredibel dan efektif.

Pembicaraan itu terjadi saat Korea Utara berupaya untuk memajukan program senjata dan sistem pengiriman nuklirnya.

Perkembangan tersebut telah memicu pertanyaan di Korea Selatan, mengenai ketergantungannya pada payung nuklir Amerika.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI