Fokus

Lockdown di Kota Tiongkok Dilonggarkan Setelah Warga Memprotes

Kini pembaruan tentang pandemi virus PKT di Tiongkok. Tindakan penguncian yang ketat di satu area kota di Tiongkok Utara telah dicabut sebagian.

Ini, setelah sekitar 700 ribu penduduk ditahan di rumah mereka selama satu setengah bulan.

Setelah warga memprotes penguncian, otoritas di Distrik Gaocheng Kota Shijiazhuang, akhirnya menurunkan tingkat risiko dan melakukan pelonggaran terbatas terhadap tindakan penguncian pada hari Senin.

Selama satu setengah bulan terakhir, warga di sana tidak diizinkan keluar untuk berbelanja.

Akibatnya, banyak dari mereka harus menanggung harga pengiriman makanan yang sangat tinggi, atau bahkan kekurangan makanan.

Beberapa telah meminta bantuan secara online.

Beberapa komunitas memprotes secara kolektif.

Seorang wanita yang bekerja di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Pandemi kota itu, mengatakan kepada Radio Free Asia, tidak semua tindakan penguncian dicabut, karena orang masih tidak diizinkan meninggalkan kota.

Dia mengatakan selama penguncian, otoritas tidak menawarkan bantuan yang cukup kepada penduduk untuk memastikan mereka memiliki cukup makanan dan kebutuhan lainnya.

Tapi bank terus memaksa pembayaran hipotek, dan bahkan menambahkan biaya keterlambatan.

Wanita itu menambahkan bahwa sebagian besar usaha kecil telah bangkrut seja pandemi dimulai tahun lalu.

Banyak orang tidak dapat menemukan jalan keluar, dan melakukan bunuh diri, tetapi tidak ada yang berani mengumpulkan data tentang hal itu.

Dia juga menjelaskan, pengujian massal di distrik tersebut begitu sering terjadi karena alat uji yang berkualitas rendah.

Dibutuhkan banyak tes untuk mendeteksi virus.

Dia kemudian mengungkapkan bahwa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Pandemi kota sudah mengakui ini secara internal, tetapi tetap diam terhadap dunia luar.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI