10 perusahaan mewah teratas Eropa mengalami penurunan nilai sebesar 350 miliar dolar tahun ini. LVMH dan Hermes menjadi yang paling terpukul, sebagian besar akibat lesunya penjualan di China.
Para industri mewah semula berharap konsumen China akan banyak berbelanja, namun mereka justru melakukan hal yang sebaliknya. China sedang mengalami kesulitan ekonomi yang menahan para konsumennya menghamburkan uang. Konsumsi yang lemah pada gilirannya menjadi salah satu alasan pasar saham China merosot.
Berbagai perusahaan China seperti kendaraan listrik dan kecerdasan buatan sedang berjuang untuk mencapai laba yang diharapkan investor. Yang membuat keadaan semakin buruk adalah upaya berkelanjutan China untuk pulih dari kehancuran sektor properti.
Kepala keuangan Hermes mengaitkan kinerja buruk Hermes dengan pasar saham China, serta tindakan keras China terhadap kekayaan di luar negeri.
Konsumen AS, terutama pembelanja kelas atas, telah membantu menopang industri barang mewah pada awal tahun ini. Namun dalam beberapa bulan terakhir, pengeluaran AS secara keseluruhan untuk barang mewah telah menurun menjelang pemilu paruh waktu.
