Fokus

Mantan Direktur Intelijen Venezuela Ungkap Kejahatan Maduro

Seorang mantan direktur intelijen Venezuela, Christopher Figuera yang mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido, tiba di Amerika Serikat dan bertemu dengan utusan khusus AS untuk Venezuela, Elliot Abrams di Washington pada 2 Juli lalu.

Figuera berkata, Maduro tidak seharusnya diakui sebagai presiden. 

Cristopher Figuera, Mantan direktur intelijen Venezuela:
“Maduro mewakili sebuah kelompok kriminal. Saya sedang mencari bantuan, agar negara saya terbebaskan dari rasa malu atas apa yang kini sedang dialami.”

Maret tahun ini, kepala staf Guaido, Roberto Eugenio Marrero Borgas, ditangkap rezim Maduro. Figuera berkata, Maduro pernah memerintahkannya secara langsung untuk mencelakakan Borgas. 

Cristopher Figuera, Mantan direktur intelijen Venezuela:
“Dia (Maduro) berkata kepada saya: ‘Jangan saya yang melakukannya. Taruh senjata ke tubuhnya (Borgas). Lakukan apa yang harus Anda lakukan, jebloskan dia ke dalam penjara.’”

Figuera berkata, banyak pejabat senior pemerintah yang berharap Maduro turun tahta. Ia merasa optimis bahwa masa depan Venezuela akan membaik.

Pemimpin oposisi Venezuela Guaido mengumumkan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela dan diakui oleh AS serta lebih dari 50 negara lainnya. 

Maduro mengumumkan dirinya menang dalam pilpres tahun lalu, namun dunia luar secara luas meyakini bahwa Maduro telah memanipulasi hasil pilpres. (ntdtv/crl/lia)