Berita hari ini berfokus pada Andrew Mountbatten Windsor, juga dikenal sebagai mantan Pangeran Andrew. Pada 2010, ia setuju membantu menegosiasikan kesepakatan potensial senilai 8 miliar dolar antara China dan Uni Emirat Arab. Ini menurut berkas Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Financial Times adalah yang pertama melaporkan hal ini.
Seorang bankir UEA mengusulkan kesepakatan itu demi mengurangi tekanan pada pembiayaan Dubai yang disebabkan oleh krisis keuangan 2008. Rencananya China akan meminjamkan 8 miliar dolar pada UEA, yang akan membayar kembali pinjaman melalui ekspor minyak.
Andrew setuju untuk membantu menengahi kesepakatan selama perjalanannya ke China. Saat itu ia menjabat sebagai perwakilan perdagangan khusus Inggris untuk negara itu. Dalam sebuah email, ia menulis, “Kita bisa mengerjakan ini pada bulan September. Saat di sana, saya punya beberapa hari bebas sebelum program resmi dimulai.” Tak jelas apakah kesepakatan itu disetujui oleh pejabat UEA.
Yang juga menjadi sorotan adalah hubungan Andrew dengan pemimpin China Xi Jinping. Dalam email lain yang dikirim Epstein ke investor miliarder Reid Hoffman pada 2015, ia mengatakan bahwa Pangeran Andrew akan ke China dan telah menghabiskan banyak waktu dengannya.
Menurut dokumen pengadilan Inggris, mantan ajudan Andrew mengatakan bahwa pangeran itu mengirimkan kartu ulang tahun ke Xi Jinping tiap tahunnya. Ajudan itu juga berkata bahwa Andrew punya saluran langsung ke Xi untuk mempromosikan bisnis rintisannya di China, dengan surat-suratnya ke Xi disusun oleh Yang Tengbo. Inggris menuduh Yang sebagai mata-mata atas tuduhan melakukan kegiatan rahasia atas nama Partai Komunis China.
Otoritas Inggris berkata Yang menjadi sangat dekat dengan Pangeran Andrew. Mereka menambahkan bahwa Yang menyembunyikan hubungannya dengan rezim China dan pengaruhnya mempersenjatai Departemen Kerja Front Persatuan. Yang membantu Andrew meluncurkan bisnisnya di China dan telah mengunjungi Istana Buckingham dua kali atas undangan Andrew.
Yang membantah semua tuduhan. Sementara Andrew berkata ia telah memutuskan kontak dengan Yang dan bahwa mereka tidak pernah membahas masalah sensitif apa pun.
Lebih lanjut tentang mantan Pangeran Andrew yang ditangkap Kamis karena dicurigai melanggar jabatan publik, terkait tuduhan mengirim dokumen pemerintah rahasia pada Jeffrey Epstein.
Ia diinterogasi sepanjang hari oleh detektif dari Kepolisian Thames Valley dan kemudian dibebaskan dari tahanan, tapi tetap dalam penyelidikan. Penangkapan anggota keluarga kerajaan senior urutan kedelapan dalam garis suksesi takhta belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern. Raja Charles Inggris berkata, hukum harus ditegakkan.
Raja Charles dari Inggris tiba di sebuah acara di London pada hari Kamis, dan menolak menjawab pertanyaan tentang penangkapan adiknya, Andrew.
Kepolisian Thames Valley berkata penangkapan terjadi setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen yang merinci hubungan mantan pangeran tersebut dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Kepolisian Thames Valley sebelumnya menyelidiki apakah Andrew membagikan materi rahasia dengan Epstein selama masa jabatannya sebagai utusan perdagangan Inggris.
Penangkapan ini berpotensi mengirimkan gelombang kejutan yang lebih besar ke seluruh monarki dan pemerintah Inggris.

