Fokus

Mantan Pejabat PKC Terima Ancaman Pembunuhan Setelah Mundur Dari Partai

Seorang mantan pejabat PKC mengatakan dirinya mendapat ancaman kematian setelah menyatakan mundur dari partai secara terbuka. Fenyi Hua adalah mantan pejabat di Provinsi Hunan, China, ia kehilangan pekerjaannya setelah membantu para pejuang petisi. Sejak itu, Fenqi menarik diri dari rezim tersebut.

Keputusan Fenyi dibuat di tengah gerakan besar yang diam-diam telah menyebar di seluruh China selama lebih dari dua dekade. Lebih dari 450 juta orang telah mundur dari PKC dan organisasi afiliasinya setelah membuat pernyataan dengan nama mereka pada sebuah situs di luar China. Gerakan ini berawal setelah media The Epoch Times, menerbitkan serangkaian editorial berjudul 9 Komentar tentang Partai Komunis.

Ada puluhan ribu pemohon petisi di China. Mereka yang diperlakukan tidak adil dan merasa pengadilan setempat tidak memihak mereka, mendatangi kantor petisi untuk mengajukan keluhan. Bahkan rela menempuh perjalanan jauh dengan harapan mendapat keadilan. Tugas Fenyi menerima keluhan mereka.

Menurut pernyataan yang diunggah Fenyi di situs luar untuk mundur dari PKC, setelah ia memublikasikan keputusannya, polisi berpakaian preman menggeledah tempat sampahnya dan pihak berwenang memutus akses internet di rumahnya. Ia mengisyaratkan dirinya bisa saja hilang kapanpun.

Fenyi menambahkan, “Hidup sebagai pejabat PKC bisa berubah dalam sekejap. Dari orang kepercayaan menjadi musuh rezim dalam semalam.” ia meninggalkan pesan: “Kehidupan akan menemukan jalannya sendiri, begitu pula sebuah peradaban.”

slot gacor

situs slot gacor