Fokus

Menjelang Olimpiade, Semakin Banyak Wilayah Tiongkok Dilockdown

Kota-kota di seluruh Tiongkok memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mengendalikan wabah baru virus PKT, yang menyebabkan COVID-19.

Dan di bagian atas daftar itu: varian Omicron.

2 dari kasus lokal pertama dari varian tersebut dikonfirmasi di kota Tianjin hari Sabtu (8 Jan).

Namun seiring upaya kota untuk memperlambat penyebaran, Omicron telah ditemukan di 2 provinsi lain: Henan di Tiongkok Tengah, dan Jiangsu di Selatan.

Wabah di Tianjin telah dikaitkan dengan kasus di Henan.

Di provinsi tersebut, di dalam kota Anyang, 2 infeksi lokal Omicron dilaporkan hari Senin.

Petugas melacak mereka ke seorang siswa yang tiba dari Tianjin.

Sebagai tanggapan, kota telah memerintahkan lebih dari 5 juta penduduknya untuk tinggal di rumah.

Infeksi Omicron terpisah juga ditemukan pada hari Senin, kali ini di kota Wuxi, di provinsi Jiangsu.

Daerah itu terletak di sepanjang pantai Tiongkok, sekitar 75 mil dari Shanghai.

Cluster Omicron datang hanya beberapa minggu sebelum Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Itu, selain musim puncak perjalanan yang akan datang di negara tersebut, hari-hari dan minggu-minggu di sekitar tahun baru Imlek, di awal Februari.

Untuk mengatasi penyebaran, otoritas di Tianjin memberlakukan pembatasan perjalanan, dan meluncurkan mandat pengujian virus massal untuk semua penduduk.

Itu di tengah meningkatnya ketakutan bahwa wabah di kota tersebut dapat membayangi Olimpiade, karena Tianjin bertetangga dengan Beijing.

Tapi masalah kesehatan melampaui varian Omicron juga.

Sebuah kota metropolitan di Timur-Tengah Tiongkok, bernama Zhengzhou, sedang mencoba melawan varian Delta.

Kota itu adalah rumah bagi lebih dari 10 juta penduduk.

Kota itu sudah menutup fasilitas umum yang tidak penting, dan beberapa layanan angkutan umum.

Dan di Tiongkok Selatan, kota Shenzhen juga masuk dalam daftar.

Metropolis itu menghubungkan Hong Kong ke Tiongkok daratan, dan dikenal dengan tujuan belanjanya.

Petugas kesehatan di sana melaporkan beberapa kasus varian Delta lokal minggu lalu.

Laporan resmi mengatakan salah satu pasien yang dikonfirmasi bekerja untuk sebuah perusahaan yang terkait dengan rantai pasokan global, dan mendesak warga untuk tidak membeli barang dari negara-negara berisiko tinggi.

Tiga kota lagi di Tiongkok, dikunci lagi karena pandemi.

Setelah Xi’an ditutup, dua kota di provinsi Henan di Tiongkok Tengah mengikuti.

Salah satunya adalah Yuzhou.

Otoritas di kota itu melumpuhkan semua aktivitas di sana setelah mendeteksi dua kasus Covid atau virus PKT, sambil menantikan Olimpiade Beijing mendatang.

Di Tiongkok Tengah, kota Yuzhou telah ditutup selama lebih dari seminggu, kota itu terletak lebih dari 400 mil Barat Daya Beijing.

“Yuzhou sekarang seperti Xi’an, daerah penularan virus terbesar di negara ini. Lockdown dimulai pada tanggal 3, sudah terkunci untuk sementara waktu, tidak ada yang datang atau pergi. Saya bahkan tidak bisa pergi ke luar, saya disegel di dalam rumah saya.”

Pejabat kota mengunci lebih dari 1 juta penduduk di dalam ruangan, setelah hanya 2 kasus baru muncul di daerah tersebut.

Menjadikan Yuzhou kota kedua yang dikunci sejak Tahun Baru, setelah kota Xi’an.

Lockdown adalah bagian dari upaya untuk menahan wabah kecil dari pandemi.

Hal itu terutama berlaku di daerah- daerah yang dekat dengan Beijing, saat kota itu bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan.

Sebagai bagian dari perintah penutupan, warga terpaksa tinggal di rumah.

Sekolah ditutup, transportasi umum ditangguhkan, bahkan bisnis dan toko kelontong sebagian besar tutup, di luar menyediakan kebutuhan sehari-hari.

Di jalan, banyak pengemudi truk yang parkir di dekat pintu masuk jalan raya kota.

Itu, sambil mereka menunggu hasil tes negatif, yang diperlukan untuk masuk dan keluar area.

Tapi satu tes tidak akan cukup.

Mandat mengatakan pengemudi truk harus dites negatif setidaknya 4 kali, sebelum mereka diizinkan lanjut ke Yuzhou.

Pengemudi, Li Chao mengatakan dia telah menghabiskan 7 hari di kendaraannya pada hari Minggu (9 Jan).

“Saya sudah terdampar di sini selama 7 hari, jika termasuk hari ini.”

Pada saat itu, dia hidup dari makanan yang disediakan oleh penjaga toko setempat.

Sebuah pemberitahuan dari sebuah restoran hotpot di kota Zhengzhou, Tiongkok Timur-Tengah, menjadi viral.

Pemberitahuan itu mengatakan bisnis tutup sementara, dan menjelaskan perjuangan restoran untuk tetap buka melalui banjir dan pandemi.

Semuanya dimulai Juni lalu, hanya 2 hari setelah pembukaannya, Zhengzhou dilanda banjir dan restoran terpaksa tutup.

Bisnis dilanjutkan seminggu kemudian, tapi setelah hanya 5 hari, bisnis harus ditutup lagi karena langkah-langkah pengendalian pandemi.

Penutupan itu berlangsung lebih dari 2 bulan, hingga pertengahan Oktober.

Keadaan lalu tampak membaik, sampai terpaksa ditutup lagi pada bulan Januari.

Wabah baru-baru ini di kota membuat area tersebut di bawah kendali yang ketat, restoran hanya dapat menawarkan pengiriman dan bawa pulang, yang mana tidak praktis untuk bisnis ini.

Pemilik restoran, Jia, mengatakan ini adalah bisnis pertamanya, dan bahwa dia menderita kerugian besar karenanya.

Tapi kali ini, dia tidak bisa lagi bertahan.

Menurut media Tiongkok, Jia tidak menyangka pemberitahuannya akan menjadi viral, dengan mengatakan, “Ini adalah kisah nyata restoran kami.”

Dan banyak yang mengatakan bisnis restoran di seluruh Tiongkok berbagi cerita yang sama.

Satu komentar berkata, “Pandemi mempengaruhi jauh lebih banyak daripada restorannya, terlalu banyak usaha kecil yang tidak dapat dilanjutkan.”

Komentar lain, dari komunitas online lokal mengatakan, “Ini benar-benar memilukan. 2021 terlalu sulit bagi Zhengzhou.”

Putaran tes virus massal lainnya dimulai Sabtu lalu (8 Jan), menargetkan semua penduduk di kota, termasuk penduduk sementara dan orang asing.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI