Fokus

Menlu China: ‘Penggunaan Kekuatan Tanpa Pandang Bulu’ Tak Dapat Diterima

Saat operasi Epic Fury memasuki hari kelima, Beijing mulai memberi tanggapan. Hari Rabu Menlu China Wang Yi menelepon rekan-rekannya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arat, menyerukan penghentian segera serangan dan mengatakan bahwa penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu tidak dapat diterima.

Ia memperingatkan garis merah untuk melindungi warga sipil tidak boleh dilanggar, serta menyerukan perlindungan jalur pelayaran vital.

Namun, para kritikus menunjukkan adanya standar ganda. Sepanjang invasi Rusia ke Ukraina selama empat tahun, Beijing tidak pernah mengeluarkan kecaman serupa terhadap Moskow. Mengenai garis merah, para pejabat AS, termasuk Presiden Trump, Menlu dan Menteri Perang telah berulang kali menekankan bahwa situs-situs sipil tidak menjadi sasaran dalam operasi.

Sementara itu, Wang mengkonfirmasi bahwa China akan mengirim utusan khusus ke Timur Tengah untuk upaya mediasi.