Anggota parlemen AS dan FBI sedang menyelidiki dugaan peran Partai Komunis China dalam kerusuhan Los Angeles minggu ini. Satu orang jadi sorotan, miliarder Amerika yang tinggal di Shanghai, Neville Singham.
Sebelum kita membahas siapa Neville Singham dan hubungannya dengan China, mari kita lihat satu kelompok yang terlibat dalam protes anti-ICE atau Lembaga Penegak Operasi Imigrasi, partai untuk sosialisme dan pembebasan. Itu adalah partai politik komunis yang berbasis di AS yang secara terbuka mendukung rezim China. Selama bertahun-tahun, Neville Singham dilaporkan telah menyalurkan lebih dari 20 juta dolar pada Dana Keadilan dan Pendidikan, lembaga nirlaba yang memiliki hubungan kepemimpinan dengan Partai untuk Sosialisme dan Pembebasan. Dana itu juga telah mendukung beberapa kelompok pro-Marxis yang berbasis di AS.
Jadi, siapakah Neville Singham? Dia adalah seorang maestro teknologi pro-China, seorang warga Amerika yang tinggal di Shanghai bersama istrinya Jodie Evans. Singham pernah bekerja sebagai konsultan untuk Huawei, raksasa telekomunikasi China yang masuk daftar hitam AS karena terkait militer China. Selain itu, dia juga berbagi ruang kantor di Shanghai dengan sebuah firma propaganda China. Investigasi New York Times tahun 2023 mengungkapkan sebuah foto dari kantor Singham yang memperlihatkan anak-anak muda berkumpul di bawah spanduk merah bertuliskan, “Selalu Ikuti Partai.” Di dekatnya tergantung potret pemimpin komunis China, Xi Jinping.
Istri Singham adalah seorang aktivis sosialis. Dia ikut menulis buku berjudul China Bukan Musuh Kita dengan seorang peneliti yang berhubungan dengan entitas terkait Beijing. Dia juga menggambarkan orang Uighur sebagai teroris dan pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong sebagai perusuh. Dalam wawancara dengan New York Times, baik Singham maupun istrinya membantah menerima perintah dari Partai Komunis China, dan berkata tindakan mereka mencerminkan keyakinan pribadi. Pasangan ini adalah pihak yang mendanai gerakan radikal di AS.
Anggota Kongres Anna Luna berkata anggota parlemen akan menuntut Singham untuk bersaksi tentang pendanaannya dan hubungannya dengan PKC. Direktur FBI Kash Patel mengatakan kepada The Epoch Times bahwa biro tersebut sedang menyelidiki semua dukungan moneter di balik kerusuhan baru-baru ini di Los Angeles.
