Fokus

Orang-Orang Kaya Tiongkok Ingin Bermigrasi ke Luar Negeri

Puluhan ribu warga Tiongkok yang kaya ingin bermigrasi. Itu menurut perkiraan dari konsultan migrasi investasi, ‘Henley-and-Partners’.

Lonjakan ini dilaporkan merupakan arus keluar penduduk kaya terbesar kedua yang diprediksi dari satu negara tahun ini, berada hanya di bawah Rusia.

Namun ada perbedaan antara kedua negara, Moskow saat ini sedang berperang, sedangkan Beijing tidak.

Seperti yang diperkirakan, jika mereka yang ingin meninggalkan Tiongkok berhasil, data menunjukkan bahwa mereka akan membawa uang yang setara dengan 48 miliar dolar AS ke luar negeri bersama mereka.

Mari kita lihat lebih dekat apa yang mendorong arus ini.

Otoritas Tiongkok menyadari aliran migrasi yang tidak biasa pada beberapa bulan yang lalu, ketika penguncian COVID-19 selama berbulan-bulan di negara itu dimulai.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok telah mengalami kerugian besar. Dan beberapa usaha kecil dan menengah terpaksa tutup permanen karenanya.

Penerapan pembatasan yang keras itu tampaknya menginspirasi orang untuk pergi.

Pertanyaannya tetap sama, apakah Beijing akan mengizinkan relokasi massal.

Proses aplikasi paspor Tiongkok baru-baru ini meningkatkan persyaratannya. Sementara pengacara imigrasi mengatakan bahwa aturan seputar dokumentasi yang dibutuhkan, menjadi lebih rumit.

Selain itu, jumlah uang yang mengalir keluar dari Tiongkok akan menyebabkan konsekuensi yang sangat besar.

Bank di seluruh negeri mulai membatasi kemampuan nasabah untuk melakukan penarikan tunai.

Beberapa dari mereka hanya mengizinkan pemegang rekening untuk mengambil seribu yuan atau kurang per hari.

Di sisi lain, nasabah masih dapat menyetor uang ke bank tanpa masalah.

Pakar keuangan mengatakan kebijakan itu bisa menjadi upaya otoritas lokal untuk mengontrol berapa banyak uang tunai yang keluar dari negara.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI