Fokus

Palau Memperkirakan, China Akan Ikut Campur Dalam Pemilu di Negaranya

Presiden negara kepulauan Pasifik, Palao, mengatakan dia memperkirakan bahwa rezim China akan ikut campur dalam pemilu di negaranya pada bulan November.

Hal itu karena pandangan pemerintahannya terhadap Taiwan.

Presiden negara tersebut mengatakan bahwa dukungannya, terkait pengakuan negaranya terhadap Taiwan sebagai negara berdaulat, menjadikannya musuh di mata Rezim Komunis China.

Dia menyatakan kemungkinan bahwa Beijing ingin menyingkirkannya, demi memilih kandidat yang sejalan dengan pandangan rezim China.

“Saya pikir dalam setiap pemilu, China selalu terlibat. Salah satu hal yang kita tahu adalah presiden, yang pada akhirnya memutuskan dengan siapa Anda memiliki hubungan diplomatic, dan jelas mereka tahu di mana pendirian saya, Anda tahu. Dan sebenarnya di Palao, yang kami inginkan hanyalah perdamaian di Selat Taiwan. Kami ingin mempertahankan status quo, dan kami memahami peran kami karena berada di wilayah paling Barat Pasifik, bersekutu dengan Amerika Serikat. Menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan itu penting bagi kita semua.”

Palao adalah salah satu dari 12 negara yang masih secara resmi mengakui Taiwan sebagai sebuah negara berdaulat.

Awal tahun ini, sesama pulau di Pasifik, Nauru, memutuskan hubungan dengan Taiwan dan mendukung Beijing, hanya beberapa hari setelah pemilihan presiden Taiwan.

Komentar presiden Palao muncul setelah serangan dunia maya terhadap pemerintahan Palao di bulan Maret.

Pembobolan tersebut berhasil mencuri lebih dari 20.000 dokumen.

Dikatakan peretasan itu terkait dengan China dan Rusia.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI