Bentrok berbulan-bulan berujung dialog tegang. Filipina memprotes tindakan China di Laut China Selatan, namun tetap membuka ruang dialog dengan Beijing.
Dialog ini digelar di sela-sela KTT ASEAN usai insiden bentrok yang melukai seorang tentara angkatan Laut Filipina. Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro melayangkan protes langsung kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan hari Rabu.
Lazaro dengan lantang menyebut bahwa angkatan laut China sengaja menggunakan kekerasan fisik. Lazaro juga meminta pihak China membongkar sisa bangunan di Scarborough Shoal, lokasi dimana China sempat memasang dan mencopot barikade terapung.
Pertemuan ini menjadi dialog pertama sesama menteri luar negeri sejak 2024, menandai masih rumitnya konflik di perairan sengketa. Lazaro juga mengecam video AI buatan pemerintah China yang menggambarkan warga Filipina sebagai monyet, ia menyebutnya merendahkan dan tidak bisa diterima.
Meski demikian, Kedua pihak berkata ingin menjaga perdamaian dan menghindari salah paham. Mereka juga sepakat melanjutkan dialog terkait Laut China Selatan, yang selama ini menjadi konflik utama Filipina dan China.
Sementara itu, Australia turut mengecam langkah agresif China. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa negaranya bersama mitra kawasan tidak akan tunduk pada provokasi Beijing. Ia juga menyampaikan kritik atas uji coba rudal terbaru China yang dinilai minim transparansi di tengah ekspansi armada militernya.

