Departemen Luar Negeri AS memangkas representasi diplomatiknya dengan menutup lima misi diplomatik. Langkah ini memicu kritik keras karena dinilai dapat memberi celah bagi China untuk memperluas pengaruh diplomasinya.
Adapun negara-negara yang terdampak termasuk Kanada, Jepang, Indonesia, Kamerun, dan Grenada. Deplu AS menyatakan pemangkasan ini didasarkan dari peninjauan operasional luar negeri yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran.
Keputusan ini menyusul pemangkasan lebih dari 300 orang staff Departemen Luar Negeri AS tahun lalu. Kubu Demokrat AS menilai penutupan tersebut akan melemahkan jangkauan diplomasi AS dan memberi celah bagi China untuk memperluas pengaruhnya. Tokoh senior Demokrat di Komite Senat mengingatkan bahwa Beijing dapat memanfaatkan celah ini untuk menantang posisi AS.
Rencana penutupan konsulat di Kanada telah memicu kritik tajam. Kantor yang beroperasi sejak 2001 itu berperan vital dalam mendukung perdagangan dan investasi bilateral. Meski demikian Deplu AS menegaskan penataan ulang ini tetap mengedepankan prosedur resmi tanpa mengurangi efektivitas diplomasi.

