Fokus

Partai Komunis Tiongkok Tidak Sama Dengan Tiongkok

Mike Pompeo di Institut Hudson 30 Okt (Foto: Screenshot state.gov)
Mike Pompeo di Institut Hudson 30 Okt (Foto: Screenshot state.gov)

Partai Komunis Tiongkok tidak sama dengan Tiongkok! Itulah yang disampaikan oleh Mentri Luar Negri AS Mike Pompeo dalam pidatonya tanggal 30 Oktober di jamuan makan malam Lembaga think-tank Institut Hudson, menekankan pemerintah AS yang mulai dapat membedakan dengan jernih antara pemerintahan korup Partai Komunis dan rakyat Tiongkok.

“Kita memiliki tradisi persahabatan yang telah lama dijunjung dengan orang-orang Tionghoa. Kita terus melakukannya hingga hari ini. Kita memiliki komunitas Tionghoa-Amerika di sini, di Amerika yang kita cintai dan hargai. Saya sudah mengenal mereka melalui ikatan bisnis dan pribadi, saya kenal banyak dari mereka. Tapi saya harus katakan bahwa pemerintahan Komunis di Tiongkok hari ini tidak sama dengan orang-orang Tionghoa. Mereka menjangkau dan menggunakan metode yang telah menciptakan tantangan bagi AS dan dunia,” kata Pompeo dalam pidatonya tersebut.

Pompeo juga mengatakan bahwa dalam sistem Leninis Partai Komunis Tiongkok, setiap orang diharuskan berpikir dan bertindak sesuai kehendak ‘level atas’ Partai Komunis. “Ini bukanlah masa depan yang diinginkan oleh rakyat Tiongkok, semua orang Tiongkok yang mencintai kebebasan tidak menginginkan model begini,” ucapnya.

Menanggapinya, seperti biasa Kementrian Luar Negri Partai Komunis Tiongkok memberikan tanggapan yang keras, mengatakan bahwa Pompeo telah memprovokasi hubungan antara Partai Komunis Tiongkok dengan rakyat Tiongkok. Namun seorang komentator masalah Tiongkok di AS, Tang Jingyuan berpendapat bahwa sebenarnya Kementrian Luar Negri Partai Komunis Tiongkok telah memperlihatkan fakta yang paling ditakuti Partai Komunis, yaitu jika rakyatnya sadar bahwa mereka tidaklah sama dengan Partai Komunis Tiongkok, maka Partai tersebut akan hancur.

“Setiap kali Partai Komunis Tiongkok melakukan kejahatan, saat ia dikutuk oleh komunitas internasional, ia selalu menggunakan retorika ‘kekuatan eksternal sedang menekan Tiongkok’, untuk mengaburkan konsep, mengalihkan perhatian, mengalihkan fokus, dan mengalihkan dosa-dosa Partai Komunis Tiongkok itu ke seluruh rakyat Tiongkok, menyandera 1,4 miliar orang Tiongkok. Karena mereka sangat jelas, jika Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok dipisahkan, maka Partai Komunis Tiongkok tidak akan hidup!” jelas Tang Jingyuan.  

Zheng Haochang, seorang komentator lainnya di Amerika Serikat berpendapat, pemerintahan adalah seperti pakaian luar sebuah negara. Rakyat barulah merupakan tuan rumah negara. Jika pakaian luar sudah usang, pemilik dapat menggantinya kapan saja. Ini juga merupakan pergantian kekuasaan di negara yang demokratis.

“Bagi orang Tiongkok, asalkan bisa kembali ke cara pikir yang normal, memahami apabila pakaian luar sudah tidak cocok dipakai bisa diganti, di dunia bukan cuma satu macam pakaian luar warna merah saja,” tuturnya.

Zheng Haochang juga mengatakan, rezim Partai Komunis Tiongkok adalah sebuah pakaian luar otoriter Tiongkok. “Jubah luar ini mengklaim dirinya mewakili kepentingan dasar si tuan rumah, melalui proses cuci otak terus-menerus pada pemiliknya, membuat si pemilik percaya pakaian luar ini pas di badan selamanya, tidak akan robek, tetap indah selamanya, inilah kondisi konyol Tiongkok saat ini.”  

Lima ribu tahun budaya Tiongkok yang tak pernah putus, mengalir di dalam darah setiap orang Tionghoa. Sedangkan Partai Komunis Tiongkok hanyalah sebuah fenomena sementara, sebuah tahapan dalam sejarah modern Tiongkok. Tang Jingyuan berpendapat, Partai Komunis hanyalah sebuah rezim asing yang menempel di tubuh negara Tiongkok, sekali orang Tiongkok menyadari kebenaran ini, mereka akan mencampakkan Partai Komunis Tiongkok, itulah saatnya Partai Komunis Tiongkok benar-benar akan musnah. (ntdtv/crl/lia)