Situasi ekonomi keseluruhan di China masih buruk. Menurut Bank Sentral negara itu, People’s Bank of China, dalam laporannya, pembelajaan domestik yang lemah tetap jadi masalah. Ditambah, sektor real estate, salah satu mesin yang dulunya mendukung ekonomi China, masih kacau. Dan dengan transaksi korporat yang mengering, sejumlah firma hukum AS telah mengurangi keberadaan mereka, menutup kantornya di China. Antara lain Skadden, Perkins Coie, dan Latham Watkins.
Di sektor tech, Apple juga kehilangan statusnya sebagai penjual smartphone terbesar di China, dengan penjualan menurun 25% di kuartal terakhir 2024. Pembuat mobil asing juga mengalami kesulitan. Januari ini, penjualan Porsche di dalam China jatuh hingga 28% tahun lalu. Untuk BMW, jatuh 13%. Mengenai apa yang ada di balik angka-angka itu, Beijing memperluas definisi mata-matanya di tahun 2023, dengan definisi yang ambigu. Hukuman berat menanti jika terjadi pelanggaran, termasuk hukuman penjara seumur hidup. Ini membuat prihatin para perusahaan asing, banyak yang khawatir bahwa aktivitas bisnis normal kini dapat dituduh sebagai kegiatan kriminal.

