Fokus

“Patient Zero” COVID-19 di Sedikitnya 19 Negara, Terkait dengan Wuhan

Rejim Tiongkok, telah sibuk, mendorong kampanye disinformasinya.

Tujuannya? Untuk melemparkan kesalahan atas asal mula virus, jauh dari Tiongkok.

Geng Shuang, jubir kemenlu Tiongkok: “Belum lama ini beberapa politisi AS telah mengaitkan virus korona baru dengan Tiongkok. Ini mencoreng Tiongkok, kami sangat marah, dan menentangnya dengan sangat kuat.”

Rejim Tiongkok menyangkal tanggung jawab atas virus PKT, namun cacatan menunjukkan bahwa sedikitnya di 19 negara, orang pertama yang terinfeksi adalah dari Wuhan, pernah ke Wuhan, atau melakukan kontak dengan orang lain dari Wuhan.

Angka kematian akibat virus PKT di Italia kini telah meningkat menjadi lebih dari 17.000. Itu adalah angka tertinggi di luar Tiongkok. 2 pasien pertama yang dites positif di Italia, adalah pasangan dari Wuhan, titik pusat virus di Tiongkok. Mereka pergi ke Italia sebelum Wuhan dikunci.

Sementara itu pasien pertama di AS adalah seorang pria yang pergi ke Wuhan untuk mengunjungi kerabatnya, dia dites positif pada 20 Januari. AS kini adalah negara dengan angka kematian tertinggi ketiga di luar Tiongkok, dengan lebih dari 12.000 kematian yang dilaporkan.

Pada hari yang sama, Korea Selatan melaporkan kasus infeksi virus pertamanya, seorang wanita dari Wuhan.

3 kasus terkonfirmasi pertama di Perancis, semuanya telah mengunjungi Wuhan sebelum tiba di Perancis.

“Patient zero” Jerman melakukan kontak dengan rekan kerja Tiongkoknya yang tanpa gejala, yang beberapa waktu sebelumnya berinteraksi dengan orangtuanya dari Wuhan.

Dan pada 25 Januari, Kanada menemukan pasien virus pertamanya, seorang pria yang bepergian ke Toronto, dari Wuhan.

Demikian pula, otoritas Australia juga mengonfirmasi kasus pertama di negara tersebut pada 25 Januari. Pasiennya adalah seseorang yang telah ke Wuhan, sebelum tiba di Melbourne.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.