Seorang mahasiswa China dengan visa yang sah dan beasiswa penuh baru-baru ini dihentikan dan diinterogasi di Bandara Internasional Houston, atas hubungannya dengan Partai Komunis China. Mahasiswa bermarga Gu itu rencananya belajar filsafat di Universitas Houston, setelah menyelesaikan satu semester program pertukaran pelajar di Universitas Cornell. Ia kemudian ditolak masuk, dikirim kembali ke China dan dilarang memasuki AS selama 5 tahun.
Di Bandara Houston, Goo diinterogasi tiga kali selama hampir 10 jam tentang hubungannya dengan Partai Komunis China. Gu membantah menerima uang pemerintah namun mengakui bahwa orang tuanya adalah anggota partai dan bahwa ia tergabung dalam Liga Pemuda Komunis. Petugas bea cukai memeriksa ponselnya dan menemukan hubungan dengan Asosiasi Mahasiswa dan Cendekiawan China. Ini adalah kelompok yang memiliki hubungan terdokumentasi dengan Sistem Urusan Luar Negeri Beijing.
Misalnya, sebuah laporan tahun 2018 oleh Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China menyatakan bahwa asosiasi ini sering berkoordinasi dengan otoritas China dalam menekan kebebasan berbicara di kampus-kampus Amerika, dan adalah perpanjangan tangan operasi Front Persatuan Beijing.
Meski Gu berkata ia tidak berencana bergabung dengan Asosiasi Mahasiswa dan Cendekiawan China, para pejabat AS memutuskan ia tidak memiliki dokumentasi yang memadai dan memulangkannya ke China.
Awal tahun ini, anggota kongres Partai Republik Riley Moore dan Senator Ashley Moody memperkenalkan UU Penghentian Visa PKC. RUU ini tidak terbatas pada mahasiswa dan peneliti di bidang STEM, tapi juga memberlakukan pembatasan luas pada warga negara China.
Anggota Kongres Moore berkata bahkan mahasiswa China di AS yang hanya datang untuk belajar dapat ditekan atau direkrut oleh Partai Komunis China. Senator Moody berkata, “Selama PKC mempunyai hukum yang memaksa mahasiswa China untuk mengumpulkan intelijen untuk mereka, kami tidak dapat memberi mereka visa pelajar.”
Warga negara China saat ini adalah kelompok mahasiswa internasional terbesar kedua di AS dengan lebih dari 270 ribu mahasiswa terdaftar, kedua setelah mahasiswa India.
