Fokus

Pembatalan Visa Pelajar China : “Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali”

Seberapa dalam keterlibatan universitas AS dalam kemitraan penelitian dengan universitas China yang terkait Beijing?

Cary Dunst berbicara dengan Adam Savit, direktur China Policy Initiative di America First Policy Institute untuk penjelasan. 

[Cary Dunst, Reporter NTD]:

“Adam, terima kasih telah bergabung, apa pendapat Anda tentang rencana Rubio mencabut visa para pelajar ini?”

[Adam Savit, Direktur China Policy Innitiative]:

“Menurutku itu bagus sekali. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kita tahu fokusnya akan tertuju pada anggota partai PKC dan para mahasiswa yang terlibat dalam bidang-bidang penting. Hal itu dapat mencakup bidang-bidang seperti AI, robotik, komputasi kuantum, bidang-bidang sensitif yang masuk ke dalam kompleks pertahanan kita dan juga yang masuk ke dalam kompleks industri pertahanan China. Dan sayangnya, saya ingin menyoroti laporan oleh komite DPR tentang PKC yang menunjukkan bahwa hal-hal ini tidak disembunyikan. Telah ada universitas negeri kita yang melakukan penelitian terbuka dengan universitas-universitas di PKC yang secara langsung berperan dalam rencana penelitian Tentara Pembebasan Rakyat. Sejak laporan itu, beberapa telah ditutup, misalnya Michigan serta UC Berkeley. Telah ada mahasiswa perorangan yang dikeluarkan, tetapi aspek yang paling besar adalah ada keseluruhan lembaga yang terlibat pada hal ini.” 

[Cary Dunst, Reporter NTD]:

“Tidak ada yang tahu bagaimana hal ini akan dilakukan, tetapi Anda menyebutkan unsur-unsur perang PKC yang tak terbatas, dan media kami termasuk yang terdepan dalam melaporkannya. Anda mengeluarkan mahasiswa anggota PKC dan yang belajar bidang-bidang krusial, tapi Anda tidak akan bisa benar-benar menjadi yang terdepan dalam lingkungan sosial di China jika Anda bukan anggota PKC. Dan mereka semua mempelajari teknik dan bidang-bidang penting. Ada banyak sekali yang datang melalui pendaftaran dan pemerintah China memberi begitu banyak sumbangan ke banyak universitas elit ini. Bagaimana cara Anda merubah haluan, seperti apa bentuknya?”

[Adam Savit, Direktur China Policy Innitiative]:

“Itu poin yang bagus. Tentu saja.  Bagi pemerintah China, tujuan utama kehadiran para mahasiswa ini adalah untuk terlibat dalam penelitian penting tersebut. Sekarang, berdasarkan undang-undang intelijen mereka, saat pulang, kadang mereka akan membuat ulang penelitian seperti yang mereka lakukan di AS, hingga PKC dapat memperoleh informasinya, atau berdasarkan undang-undang tersebut, pekerjaan yang dilakukan mahasiswa pascasarjana dan peneliti akan disaring untuk diambil informasinya saat mereka pulang. Kapanpun kita mendapatkan mekanisme itu, bisa dari Deplu atau DHS, jika kita bisa mendapatkan mekanismenya, kita akan tahu berapa banyak sebenarnya dari mahasiswa itu yang adalah anggota langsung dan berkomunikasi dengan PKC. Secara keseluruhan, bagian tragisnya adalah yang kita bicarakan adalah sekitar 277,000 pelajar China di AS tahun ini. Saya ingin berkata mungkin sebagian dari mereka tidak punya niat jahat.  Mereka hanya orang-orang yang ingin maju, ingin belajar, ingin mewujudkan karier sendiri, tapi struktur PKC membuatnya mustahil untuk mengizinkan mereka belajar disini tanpa disaring. Ini akan jadi menarik. Pertama, akan sangat bagus karena akan ada penyaringan pelaku kejahatan, melihat berapa persen dari mereka yang berafiliasi dengan PKC dan berapa persen yang terlibat dalam area penelitian krusial.”

[Cary Dunst, Reporter NTD]:

“Terima kasih Adam, kami sangat menghargainya.”