Fokus

Pembersihan Tingkat Tinggi: China Selidiki Jendral Top Militer

Jenderal tertinggi China dan orang kedua dalam komando pemimpin Partai Komunis Xi Jinping sedang diselidiki, menurut Kementerian Pertahanan Nasional di akhir pekan. Ini adalah pembersihan tingkat tinggi paling menonjol ke para pemimpin militer senior. Ini dilakukan saat Beijing memodernisasi angkatan bersenjatanya dan berupaya memproyeksikan kekuatannya, terutama di sekitar Taiwan dan di Laut Cina Selatan.

Kementrian Pertahanan China mengumumkan mereka sedang menyelidiki jendral paling senior China. Zhang Youxia sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

Jenderal veteran itu secara luas dianggap sebagai sekutu militer terdekat Xi Jinping. Dia adalah orang kedua dalam komando Xi sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat. Penyingkirannya dapat berdampak pada pekerjaan komisi dalam hal komando dan modernisasi militer Tentara Pembebasan Rakyat yang sedang berlangsung.

Militer adalah salah satu target utama dari pemberantasan korupsi besar-besaran yang diperintahkan Xi pada 2012. Delapan jenderal tinggi disingkirkan dari Partai Komunis atas tuduhan korupsi pada 2025. Kementerian pada hari Sabtu mengatakan bahwa Liu Zhenli, kepala staf departemen gabungan komisi, juga sedang diselidiki.

Beijing menuduh Zhang dan jenderal lainnya dengan tuduhan korupsi dan menantang struktur pemerintahan militer China. Dibawah pemerintahan Xi, tuduhan ini biasa menyasar ke orang-orang yang dianggapnya sebagai ancaman. Sementara itu, sumber-sumber internal menunjukkan banyak personel di militer China kini khawatir tentang masa depan mereka.

Surat kabar militer China pada hari Senin berkata tidak seorang pun dapat dikecualikan dalam gerakan anti-korupsi. Itu berarti bahkan seorang jenderal top seperti Zhang Youxia, yang dulunya sekutu dekat Xi, dapat disingkirkan. Selain Zhang, sebagian besar jenderal China tidak pernah berperang. Zhang berperang melawan Vietnam dan telah membangun reputasi kuat dalam militer China selama puluhan tahun kariernya.

Selain korupsi, tuduhan lainnya adalah ketidaksetiaan. Militer China berkata Zhang dan jendral lainnya telah merusak sistem kepemimpinan ketua komisi militer pusat. Komisi ini mengawasi seluruh militer China dan dipimpin oleh Xi Jinping. Pembersihan terbaru membuat kelompok itu hanya memiliki satu anggota selain Xi.

Seorang pensiunan pejabat militer China menggambarkan situasinya sebagai kacau, menambahkan bahwa beberapa pejabat tingkat menengah telah mengajukan surat pengunduran diri.

Zhang Youxia dulunya memiliki hubungan dekat dengan Xi. Keduanya berteman sejak kecil, tetapi hubungan mereka memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Xi menyingkirkan sekutu dekat Zhang, mantan menteri pertahanan Li Shangfu. Sejak itu laporan bahwa Zhang Youxia telah berpihak pada kekuatan oposisi melawan Xi kembali meningkat. Di antara kekuatan oposisi tersebut adalah apa yang disebut faksi senior, terdiri dari para pemimpin negara China veteran, termasuk mantan Perdana Menteri Wen Jiabao.

Menteri Pertahanan Nasional Taiwan, Wellington Koo berkata hari Senin pemerintah sedang mengamati dengan seksama perombakan baru dalam kepemimpinan militer China ini, serta akan melakukan penilaian penuh terhadap situasi tersebut. Ia berkata perencanaan militer Taiwan didasarkan pada kenyataan bahwa China tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan pada Taiwan.

Pada hari Sabtu, otoritas China mengumumkan penyelidikan terhadap dua pejabat militer senior. Salah satunya adalah Zhang Youxia, orang kedua dalam komando Komisi Militer Pusat China, tokoh militer paling berpengaruh di bawah Xi Jinping. Yang lainnya adalah Liu Zhenli, kepala Departemen Staf Gabungan.

Keesokan harinya, surat kabar militer resmi China, PLA Daily, menerbitkan sebuah editorial yang menuduh keduanya secara serius merusak sistem kepemimpinan militer. Artikel tersebut juga mengatakan mereka melemahkan cengkeraman Partai Komunis atas kekuasaan.

Komentator politik Taiwan, Wang Hao, mengatakan susunan kata dalam editorial mengirimkan pesan yang jelas. Zhang Youxia digambarkan sebagai ancaman bagi sistem yang ada,  memberi Beijing pembenaran untuk menyingkirkannya atas nama menjaga ketertiban. Wang berkata bahwa bagi Xi Jinping, apa pun yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikannya tidak dapat diterima. Ia percaya lebih baik menyingkirkan orang yang salah daripada membiarkan potensi ancaman tetap ada.

Wang memperingatkan ketidakpastian atas keamanan Taiwan semakin meningkat, bukan menurun. Pakar pertahanan sipil Lin Pin-Yu mengatakan saat tidak ada seorang pun di Partai Komunis China yang dapat menolak Xi Jinping, maka itu bisa jadi saat militer China bertindak melawan Taiwan. Lin mengatakan tantangan teknis atau operasional tidak pernah menjadi perhatian Xi. Jika tindakan militer memperkuat kekuasaannya, itu saja sudah cukup. Lin menambahkan meskipun akan sangat sulit bagi China untuk sepenuhnya mengambil alih Taiwan, akan jauh lebih mudah untuk menyebabkan kerusakan serius.