Selasa kemarin, pembicaraan dagang AS-China di Swedia memasuki hari kedua. Beberapa media melaporkan adanya kemungkinan Presiden Trump bertemu pemimpin China Xi Jinping akhir tahun ini. Namun, Trump menolak rumor tersebut dan berkata ia tidak berencana bertemu dengan Xi.
Presiden mengkritik apa yang disebutnya berita palsu dan memastikan laporan itu tidak benar.
Trump menulis di truth social bahwa ia hanya akan mengunjungi China jika Xi mengundangnya, dan jika tidak, Trump mengatakan dirinya “tidak berminat.”
Pertemuan terakhir keduanya adalah pada tahun 2019 saat KTT G20 di Jepang.
Pembicaraan antara AS China di Swedia selesai pada Selasa. Segera setelahnya, perwakilan China mengklaim keduanya sepakat untuk memperpanjang gencatan tarif 90 hari kedepan, namun pihak AS berkata belum ada keputusan terkait perpanjangan itu.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan belum ada kesepakatan, meski pertemuan itu dianggapnya sangat konstruktif.
[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:
“Tidak ada kesepakatan sampai kami bicara dengan Presiden Trump. Kami akan menemuinya besok untuk membahasnya dan beliau akan memutuskan apakah perpanjangan akan berlanjut.”
Hanya tinggal beberapa hari bagi China untuk menyelesaikan kesepakatan dengan AS atau tarif akan kembali ke level tiga digit.
Washington menuduh China merusak pasar AS dengan membanjiri pasar dengan produk-produk murah.
Terkait spekulasi bahwa ada kemungkinan Trump akan bertemu Xi Jinping, Menteri Bessent ditanya apakah peluang keduanya bertemu ini dibahas dalam pembicaraan kemarin.
[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:
“Yang kami bicarakan adalah mengimplementasikan keinginan masing-masing pemimpin. bukan membahas apakah mereka akan mengadakan pertemuan.”

