Fokus

Pembicaraan Dagang AS-China Mulus: Bahas Ukraina, Tanah Jarang dan TikTok

Presiden Trump berkata ia akan pergi ke China April mendatang.

[Presiden Trump]:

“Saya akan ke China April mendatang, dan Xi akan datang ke sini sesudahnya nanti, entah itu di Florida, Palm Beach, atau Washington DC.”

Trump juga berkata ia dan Xi tidak membahas pembelian minyak Rusia oleh China, tetapi membahas tentang mengakhiri perang Ukraina. Di sisi teknologi, dibahas pula akses Nvidia ke China secara umum, walaupun tidak mendetailkan tentang ekspor chip tercanggih Nvidia, Blackwell, ke China.

China telah mencegah perusahaan domestik menggunakan chip H20 Nvidia, chip versi kurang canggih yang khusus dibuat untuk pasar China, atas dasar masalah keamanan. Sementara AS sendiri pada bulan April ingin melarang Nvidia menjual chip H20 tersebut ke China karena khawatir chip akan digunakan untuk meningkatkan militernya. Trump kemudian mengubah arah, mengatakan chip dapat dijual di China jika pemerintah AS memperoleh persenan dari pendapatannya.

Perlu dicatat bahwa media corong PKC Xinhua tidak menyebut sama sekali tentang janji China melonggarkan kontrol ekspor tanah jarang, membeli kedelai dan energi AS, serta menindak fentanil. Xinhua hanya berkata bahwa AS-China memiliki masa depan cerah dalam kerjasama di bidang penindakan imigrasi ilegal, penipuan telekomunikasi, pencucian uang, kecerdasan buatan, dan pencegahan penyakit menular.

Kementrian dagang China mengkonfirmasi pada Kamis bahwa mereka juga akan menangguhkan pembatasan kontrol ekspor pada mineral tanah jarang selama setahun. Sementara AS akan menangguhkan penyelidikannya pada industri pembuatan kapal dan maritim China selama setahun.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent berkata China menyetujui kesepakatan transfer TikTok, dan kementrian perdagangan China berkata mereka akan menangani masalah ini secara baik-baik dengan AS. Sementara itu, selama kunjungan Trump di Asia, Taiwan dilaporkan tidak pernah dibahas dalam pembicaraan dengan Xi Jinping. Mengenai Korea Utara, Trump juga berkata ia tidak sempat bertemu dengan Kim Jong-un karena jadwal yang ketat, namun bersedia kembali kesana untuk bertemu.