Fokus

Pembunuh di Tiongkok yang Mendapat Simpati Publik, Telah Meninggal

Pembaruan pada kasus pembantaian keluarga di Tiongkok, seorang tersangka pembunuhan yang mendapat simpati luas dari masyarakat Tiongkok telah meninggal.

Berita itu memicu aliran kesedihan dan kemarahan di media sosial.

Seorang penduduk desa di provinsi Fujian, Selatan Tiongkok, yang dicari oleh polisi, sekarang sudah meninggal.

Pemerintah telah menawarkan hadiah kontroversial untuk keberadaannya, ataupun bukti kematiannya.

Pada hari Senin, polisi setempat mengatakan, dia bunuh diri saat melawan penangkapan, serta menambahkan, dia dikirim ke rumah sakit dan meninggal, meskipun ada upaya penyelamatan darurat.

Dituduh membunuh dua tetangga dan melukai tiga lainnya,

Ou Jinzhong, telah buron selama lebih dari seminggu.

Selama waktu itu, ratusan petugas polisi mencari Ou di perbukitan desanya, tempat dia melarikan diri.

Polisi akhirnya menemukannya di sebuah gua, namun publik berharap dia tidak akan ditemukan.

Dengan beberapa pengguna Weibo, – platform mirip Twitter di Tiongkok – mengatakan hal-hal seperti:

“Paman, larilah. Semoga Anda masih bisa menemukan kebahagiaan selama sisa hidup Anda.”

Banyak yang percaya, bahwa Ou adalah orang biasa yang didorong ke jurang keputusasaan, atas sengketa perumahan selama bertahun-tahun.

Simpati publik semakin meningkat setelah muncul laporan, bahwa dia pernah menyelamatkan seorang anak laki-laki dari tenggelam di laut, 30 tahun yang lalu.

Anak laki-laki yang saat itu masih muda, sekarang telah menjadi pria dewasa, dia menyatakan dukungannya untuk Ou dalam video yang direkam sendiri secara online.

“Sangat menyedihkan bahwa hal ini terjadi, dan saya pribadi merasa sangat sedih. Karena dia adalah orang yang sangat baik dan jujur, dalam kesan saya, benar-benar orang yang memiliki rasa keadilan yang kuat.”

Banyak yang menyalahkan pemerintah atas perubahan Ou dari penyelamat, menjadi sekarang, tersangka pembunuhan.

Selama hampir lima tahun, Ou dan keluarganya, termasuk Ibunya yang hampir berusia 90 tahun, tidak memiliki rumah.

Sebaliknya, mereka tinggal di gubuk kaleng kecil di desa tepi laut.

Menurut laporan, Ou berulang kali dilarang membangun rumahnya sendiri karena sengketa tanah dengan tetangganya.

Dia mengatakan, dia mencari bantuan dari polisi, aparat desa, pemerintah dan media.

Tapi masalahnya tetap tidak terselesaikan.

Dan pada Senin malam, beberapa orang di Tiongkok mengatakan, mereka tidak yakin bahwa Ou bunuh diri.

Mereka meminta polisi untuk merilis video penangkapannya.

Polisi di Tiongkok sering diminta untuk merekam penangkapan.

Sebuah komentar berkata: “Dia bunuh diri segera setelah dia ditemukan?”

Dan: “Bagaimana mungkin orang yang sudah kelaparan selama 8 hari memiliki kekuatan untuk melawan penangkapan? Dan bunuh diri?”

Seorang penduduk desa dari desa terdekat memberi tahu kami, bahwa polisi setempat menutup rapat berita tersebut.

Situasi spesifik seputar bunuh diri Ou tidak diketahui.

Setelah laporan polisi keluar, keluarga Ou meminta pemeriksaan medis terhadap jasadnya, tapi ditolak.

Pembongkaran dengan kekerasan adalah praktik umum di Tiongkok.

Pemerintah daerah sering menerapkan kebijakan “penghancuran dulu, relokasi nanti”.

Dalam sebuah video online, praktiknya tampak lebih ekstrem.

Sebuah ekskavator mulai merobohkan sebuah bangunan sebelum penduduk selesai dievakuasi.

Di Tiongkok, ketika seseorang atau perusahaan membeli properti, mereka menjadi pemilik bangunannya, tapi tanahnya, masih milik rezim.

Selain itu, rezim menetapkan batas waktu untuk hak penggunaan tanah, biasanya sekitar 70 tahun untuk tanah tempat tinggal. Jam mulai berdetak segera setelah tanah dibeli.

Ketika saatnya tiba, mereka akan dipaksa untuk membayar biaya untuk memperbarui hak atas tanah, itu jika otoritas memberikan lampu hijau.

Namun jika rezim menolak untuk memberikan jangka waktu lain, atau jika menginginkan tanah itu kembali, rezim hanya mengirim pekerja untuk meruntuhkan setiap perumahan di sana.

Pemilik rumah biasanya diberikan sedikit atau tanpa kompensasi, dan menjadi tunawisma.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI