Di Jepang, pria yang dituduh menembak mati mantan Perdana Menteri Shinzo Abe mengaku bersalah pada hari Selasa. Sidang pertama kasus ini berlangsung lebih dari tiga tahun setelah pembunuhan tersebut.
Pria yang dituduh menembak mati mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengakui pembunuhan tersebut pada hari Selasa. Sidang ini terjadi 3 tahun setelah pembunuhan pemimpin terlama di Jepang yang menggemparkan bangsa.
Tetsuya Yamagami ditangkap di lokasi penembakan pada Juli 2022. Ia diduga menembak Abe dengan senjata rakitan saat mantan perdana menteri itu sedang berpidato selama kampanye pemilihan umum di kota Nara Jepang.
Lembaga penyiaran publik Jepang NHK melaporkan bahwa pengacara Yamagami meminta agar hukumannya dikurangi, dengan mengatakan bahwa senjata rakitan yang ia gunakan tidak termasuk dalam kategori pistol genggam yang didefinisikan oleh hukum Jepang.
Laporan media mengatakan Yamagami menyalahkan Abe karena mempromosikan Gereja Unifikasi, sebuah kelompok agama yang ia benci, setelah ibunya menyumbang sejumlah besar uang untuk gereja itu.
Penembakan diikuti oleh pengungkapan bahwa lebih dari 100 anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal Abe memiliki hubungan dengan gereja, yang menurunkan dukungan publik terhadap partai yang berkuasa.
Putusan akan dijatuhkan pada 21 Januari.

