Inggris sepertinya baru saja menghancurkan taktik China, yang digunakannya untuk menjual lebih banyak baja ke Inggris. Inggris baru-baru ini mengambil alih kendali pabrik dari pemilik China, pabrik terakhirnya di Inggris yang membuat baja dari awal. Politisi Inggris berkata pemilik pabrik China berusaha menutup pabrik, yang berarti Inggris akan dipaksa untuk mengimpor semua baja dari China. Perubahan ini akan membantu China mengatasi salah satu masalah terbesarnya, yaitu kelebihan persediaan baja. Koresponden internasional NTD Malcolm Hudson melaporkan.
Inggris percaya diri bahwa mereka dapat menyiapkan cukup bahan mentah untuk menjaga agar pabrik pembuat baja terakhir di Inggris tetap beroperasi. Ini terjadi setelah Sabtu lalu pemerintah mengambil alih kendali operasional Scunthorpe Steelworks dari pemilik perusahaan China.
Wakil Perdana Mentri Inggris Angela Rayner berkata pemerintah telah membayar bahan-bahan mentah seperti batu bara dan bijih besi, agar tanur sembur pabrik itu tetap menyala.
[Angela Rayner, Wakil PM Inggris]:
“Dan itu sangat penting bagi masa depan British Steel, dan pemerintah mengambil alih dan bertindak. Banyak yang perlu kita lakukan beberapa bulan dan tahun kedepan, tapi ini adalah langkah penting bagi British Steel di Inggris.”
Scunthorpe dijalankan oleh British Steel, yang kemudian dibeli konglomerat China Jingye Group di tahun 2020. Jika mereka tidak mendapat bahan mentah, akan membuat kerusakan tak ternilai bagi sistem pabrik. Kementrian mengesahkan UU darurat hari Sabtu untuk mengambil alih pabrik dari Jingye. Mentri Perdagangan Inggris Jonathan Reynolds berkata saat itu mereka berusaha keras bernegosiasi dengan Jingye agar pabrik tetap dibuka.
[Jonathan Reynolds, Mentri Perdagangan Inggris]:
“Tetapi dalam beberapa hari terakhir, menjadi jelas bahwa tujuan Jingye adalah untuk menolak membeli bahan mentah agar pabrik tetap beroperasi. Bahkan, tujuan mereka adalah untuk membatalkan, dan tidak mau membayar untuk pesanan yang sudah ada. Sehingga perusahaan itu telah secara sepihak dan tanpa bisa diubah, telah menutup pembuatan baja utama di British Steel.”
Dia berkata Jingye telah menolak proposal pendanaan pemerintah, dan bahkan meminta uang dua kali lebih banyak tanpa komitmen jelas untuk menjaga pabrik tetap beroperasi. Ketua Komite Bisnis dan Perdagangan, Liam Byrne, berkata Jingye tidak memiliki itikad baik.
[Liam Byrne, Ketua Komite Bisnis dan Perdagangan]:
“Sudah jelas bahwa Jingye akan mengalihkan kemampuan membuat baja utama dari Scunthorpe ke China dan tidak menggunakan pabrik di Scunthorpe. Itu mungkin bagus untuk keamanan ekonomi China, tetapi tidak baik untuk keamanan nasional Inggris.”
Mantan pemimpin Partai Konservatif Ian Duncan-Smith berkata dengan mendorong penutupan Scunthorpe, Jingye tahu Inggris akan harus membeli baja China.
[Ian Duncan-Smith, Mantan Pemimpin Partai Konservatif]:
“Ini bukan kebetulan. Ini sudah direncanakan. Perusahaan ini terkait dengan Partai Komunis China dan sudah waktunya kita mengkritisinya.”
Seorang jubir berkata para pejabat akan mengambil pendekatan strategis ke China jika itu mengenai infrastruktur nasional, dan investasi akan berakar di kepentingan nasional Inggris. Juru bicara Perdana Mentri Keir Starmer berkata dua kiriman kontainer berisi bijih besi, pelet, kokas dan batubara, telah sampai di pelabuhan lokal, dan yang ketiga sedang dalam perjalanan.
Malcolm Hudson, NTD News, London.

