Fokus

Pemilihan Dewan Distrik Hong Kong: Kubu Pro-Demokrasi Dominasi Suara

Pemilihan Anggota Dewan Distrik HK (Foto: Billy H.C. Kwok/Getty Images)
Pemilihan Anggota Dewan Distrik HK (Foto: Billy H.C. Kwok/Getty Images)

Pemilihan anggota dewan distrik di Hong Kong yang berlangsung pada hari Minggu (24 November) lalu, menunjukkan bahwa kelompok pro-demokrasi telah mendominasi suara, menggantikan lebih dari setengah dari 452 kursi yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok pro-Beijing.

Rakyat Hong Kong yang memilih pun mencapai prosentase sebanyak 71.2%, merupakan yang tertinggi semenjak Hong Kong mengadakan pemilihan dewan distrik sejak tahun 1999. Rekor baru juga tercetak di jumlah pemilih legal yang mencapai 4 juta orang, dari total penduduk Hong Kong sebanyak 7,4 juta orang, dengan banyaknya warga Hong Kong luar negri yang sengaja pulang untuk mendaftarkan suara mereka.

Dilansir dari South China Morning Post, warna peta dewan distrik yang beranggotakan 452 orang, dulunya didominasi oleh warna biru—warna pro Beijing. Mereka menguasai 292 kursi sebelum pemilihan umum ini berlangsung, namun sejak tadi pagi, kursi-kursi tersebut telah berpindah menjadi warga kuning, dan warna pro-Beijing hanya mampu menguasai 42 kursi.

Para anggota dewan distrik yang berhasil memenangkan kursi, diantaranya adalah kandidat yang menggantikan aktivis Joshua Wong, yang dilarang untuk mengikuti pemilihan; Jimmy Sham, pemimpin grup demokrasi Civil Human Rights Front yang telah dua kali diserang oleh orang-orang tak dikenal, dan Andrew Chiu Ka Yin, anggota dewan distrik Tai Koo Shing West yang telinganya digigit hingga putus oleh pria brutal dalam kejadian kekerasan di Taikoo Shing (City Plaza Hong Kong) 3 November lalu.

Walaupun perwakilan distrik biasanya hanya mengurus urusan lokal distrik mereka masing-masing, pemilihan ini telah memberikan pesan yang jelas tentang keinginan mayoritas masyarakat Hong Kong kepada Beijing. Kelompok mayoritas yang menang juga akan dapat mengklaim 117 kursi di Komite Pemilihan, sebuah komite beranggotakan 1,200 anggota yang bertugas untuk memilih Kepala Eksekutif Hong Kong. Dengan partai-partai pro-demokrasi yang telah memiliki sekitar 400 kursi di komite, pengaruh mereka pada pemilihan Kepala Eksekutif Hong Kong berikutnya di tahun 2022 akan jauh lebih besar. (ntdindonesia/lia)