Site icon NTD Indonesia

Pendiri Evergrande Mengaku Bersalah atas Penipuan dan Penyuapan

Pendiri dan mantan ketua Evergrande Group, pengembang properti terbesar di China dengan hutang terbesar dunia, Xu Jiayin,  resmi mengaku bersalah atas berbagai dakwaan. Hal ini seiring dampak krisis properti Beijing yang kian terpuruk.

Media pemerintah China menyebut Xu mengaku bersalah atas dakwaan penggalangan dana ilegal, penyuapan, penipuan, dan penerbitan surat berharga ilegal. Sejak berada di bawah pengawasan otoritas pada 2023, kini Xu terancam hukuman penjara seumur hidup dan penyitaan seluruh asetnya.

Kasus ini merupakan puncak dari masalah finansial Evergrande yang memicu krisis properti nasional berkepanjangan, setelah pada 2021 perusahaan gagal membayar hutang yang mencapai lebih dari 300 miliar dolar.

Didirikan pada 1996, Xu yang awalnya hanya mencoba mengambil langkah berani di bidang properti menjadi ekspansi kilat di seluruh negeri. Namun, tumpukan utang dan pengetatan regulasi pemerintah akhirnya membuat perusahaannya tumbang.

Strategi tersebut memacu ekspansi kilat. Hingga akhir 2009, Evergrande memiliki puluhan proyek di 25 kota besar China. Namun, banyak pembeli rumah terpaksa kehilangan tabungan mereka karena proyek-proyek tersebut tak kunjung selesai.