Fokus

Pengacara Tiongkok Mempertanyakan Kebijakan Pandemi

Seorang pengacara ditegur oleh petugas polisi Tiongkok setempat, setelah dia memposting artikel di media sosial pribadinya, mempertanyakan kebijakan karantina Tiongkok.

Pengacara Tiongkok, Li Zhuang dikarantina di sebuah hotel ketika dia mengunjungi Mongolia Dalam di Utara Tiongkok.

Beberapa kasus positif telah dikonfirmasi di kota yang sama.

Di hotelnya, Li memposting di platform media sosial Tiongkok, Weibo, mempertanyakan kebijakan karantina.

Dia mengatakan, dia pikir beberapa pemerintah daerah mencari keuntungan dari karantina.

Dia memposting: “karantina tidak sukarela, dan memerangi pandemi bukanlah bisnis, tidak ada yang semestinya mencari ‘keuntungan’ dari itu.”

Menambahkan, mereka yang terpaksa dikarantina, seharusnya tidak perlu membayar.

Li mengungkapkan bahwa tidak ada yang diizinkan meninggalkan hotel tanpa membayar.

Dia bilang itu, perampokan.

Akibatnya, Selasa minggu lalu, dua petugas polisi menegur Li.

Dia mencoba untuk “melawan teguran”, dan kemudian memposting klip itu secara online.

Klip itu mendapatkan banyak perhatian.

“Dapatkah Anda menemukan satu kata yang menyebarkan desas-desus di antara artikel saya yang lebih dari seribu kata? Jika Anda dapat menemukan bahkan satu kata yang memfitnah, Anda dapat menangkap saya.”

Li Zhuang memberi tahu kedua petugas polisi bahwa dia tahu garis merah keselamatan public dan bagaimana pandemi itu terjadi.

Dia bilang, semua orang sudah tahu hal itu.

“Kasus positif dikonfirmasi pada 10 Oktober. 15 hari telah berlalu saat kota ini dikunci pada tanggal 25. Kemudian, beberapa pejabat (mengambil tanggung jawab dan) dikeluarkan dari kantor mereka. Apakah sesederhana itu? Para pelancong ( ke kota ini) harus membayar dan menanggung konsekuensi yang mengerikan. Apakah menurut Anda itu benar? Ribuan orang tiba di kota ini dalam 15 hari. Jika saja kota ini dikunci, mungkinkah orang-orang ini masuk?”

Pengacara Tiongkok lainnya, Wang, mengatakan berita Tiongkok mengenai pandemi tidak transparan, sehingga sulit bagi orang-orang untuk mengetahui situasi yang sebenarnya.

Untuk melindungi identitasnya, kami hanya menggunakan nama keluarganya.

“Sungguh sangat menyedihkan bahwa sekarang negara ini tidak ingin mengetahui asal mula pandemi. Sebaliknya, negara ini membuat setiap orang, setiap warga negara, memikul tanggung jawab ini. Negara mencegah penyebaran pandemi dengan merampas hak setiap warga negara.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI