Fokus

Pengadilan Independen Genosida Uighur Putaran Kedua di Inggris

Kepala hak asasi PBB pada Senin (13 Sep) menunjukkan penyesalan bahwa organisasi tersebut tidak dapat memperoleh akses ke Xinjiang.

Mereka ingin menyelidiki laporan pelanggaran HAM yang serius terhadap Muslim Uighur.

“Saya menyesal tidak dapat melaporkan kemajuan upaya saya untuk mencari akses yang berarti, ke Daerah Otonomi Uighur Xinjiang,”

Pada pembukaan Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Bachelet mengatakan, pihaknya akan segera merilis penilaian berdasarkan informasi yang tersedia.

PBB telah mengutip laporan bahwa 1 juta umat Muslim yang ditahan di kamp-kamp pendidikan ulang, telah dipaksa untuk bekerja di Xinjiang.

Pada awalnya, Beijing membantah kamp itu ada, kemudian mereka mengatakan bahwa itu adalah pusat kejuruan, yang menargetkan ekstrimisme.

Pada akhir 2019, Tiongkok mengklaim bahwa semua orang di kamp telah “lulus.”

Putaran kedua sidang untuk pengadilan Uighur di Inggris, berakhir pada hari Senin.

Pengadilan sedang menyelidiki apakah Tiongkok melakukan genosida atau kejahatan lain terhadap Uighur, Kazakh, serta etnis minoritas lainnya di Tiongkok Barat Laut.

Para saksi dan ahli memberikan bukti.

Pengadilan ini adalah pengadilan rakyat, itu tidak mengikat secara hukum.

Namun dengar pendapat itu telah membuat marah Beijing, yang menuduhnya menyebarkan kebohongan dan informasi palsu.

Pengadilan tersebut diketuai oleh Sir Geoffrey Nice, yang memimpin penuntutan terhadap Slobodan Milosevic.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI