Fokus

Pengangguran, Tantangan dalam Kongres Rakyat Nasional Tiongkok

Epidemi virus PKT telah menyebabkan pengangguran dan merosotnya ekonomi di Tiongkok. Tingkat pengangguran yang diumumkan oleh Biro Sensus Partai Komunis Tiongkok pada 15 Mei kini meningkat menjadi 6%. Analis BNP Paribas berpendapat, jika termasuk populasi penduduk desa, tingkat pengangguran kuartal pertama Tiongkok mungkin setinggi 12%, yang berarti lebih dari 100 juta orang kehilangan pekerjaan.

Duna internasional mengkritik Partai Komunis Tiongkok yang menutup-nutupi epidemi, dan menyerukan agar diadakan investigasi yang independen terkait hal ini.  

Xie Tian seorang profesor ekonomi berkata bahwa sebelum wabah merebak pun, pengangguran skala besar sudah terjadi di Tiongkok, namun kini semakin memburuk. 

Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business di University of South Carolina Amerika Serikat berkata, “Saya pikir ekonomi Tiongkok sekarang, berangsur “dengan sendirinya menghilang dari komunitas internasional”, yaitu hanya bergerak semaksimal mungkin, menggeliat di sistemnya sendiri, kondisi yang demikian. Karena posisi unggul Tiongkok sebagai pabrik dunia yang dinikmati selama lebih dari 20 tahun sudah tiada. Reputasi “Made in China” di dunia, baik dari segi politis atau segi kemanusiaan, semua orang sangat anti dengan produk-produk buatan Tiongkok.”

Epidemi kali ini juga telah membuat banyak negara memindahkan rantai pasokan mereka keluar dari Tiongkok.  

Dr. Cheng Xiaonong, ekonom Amerika Serikat, dalam wawancaranya dengan “Voice of Hope” mengatakan, ekonomi Tiongkok sedang dihadapkan tiga pukulan berat, termasuk dampak dari gelembung real estat, perang dagang Tiongkok-AS, dan epidemi. Ia berpendapat, lebih dari setengah perusahaan yang patungan dengan Tiongkok kehilangan order, kemungkinan telah dipindah ke negara lain.  

Cheng Xiaonong, seorang ekonom Amerika Serikat berkata, “Tahun ini tahun 2020, akan menjadi titik balik bagi PKT yang mengucapkan selamat tinggal pada kesuksesan besar 30 tahun terakhir. Sejak saat ini, dikhawatirkan selanjutnya memburuk. Kita berbicara tentang lapangan pekerjaan, seharusnya tahun lalu adalah puncak dari lapangan kerja Tiongkok. Sejak saat itu dan seterusnya, lapangan kerja Tiongkok hanya akan menurun, tidak akan rebound.”

Warga Tiongkok mengunggah video tanggal 15 Mei, menampakkan situasi di Guangzhou sejak kota dibuka. Pada pukul 7:50 pagi, lalu lintas terlihat lengang, namun banyak massa di pinggir jalan, dimana seharusnya mereka sudah masuk bekerja.

Di jalan-jalan di kota Guangzhou, seharusnya adalah jam puncak pekerja yang berdesakan. Pada jam 7:50 pagi, lalu lintas di jalan terlihat lengang, sebaliknya terkumpul banyak massa di pinggir jalan.

Warganet Tiongkok berkomentar: “Mereka semuanya sedang mencari pekerjaan dadakan, pagi-pagi begini, malam hari mereka juga berkeliaran di dua sisi jalanan. Pagi-pagi begini mereka mencari pekerjaan. Tidak tahu apakah dapat pekerjaan?”

Ada warganet yang mengunjungi pabrik garmen di Distrik Baiyun, Guangzhou. Hanya ada beberapa tukang jahit, dan pedagang berkata bahwa pesanan luar negri sudah tidak ada, hanya tinggal beberapa pesanan lokal yang menopang mereka.  

Warganet Tiongkok berkomentar: “Bertahan susah payah dari pesanan lokal saja yang masih menopang, masih tersisa sedikit pekerjaan. Pesanan luar setidaknya 80% sudah tidak ada order, setidaknya beberapa bulan ini.”

Distrik Liwan di Guangzhou juga tidak lebih baik. Jalanan yang dulunya ramai sekarang kosong, hanya menyisakan satu dua toko yang masih bertahan.

Warganet Tiongkok berkomentar: “Kami sekarang melihat itu sungguh menyedihkan, tidak tahu mengapa semua ramai-ramai tutup toko, tidak ada seorang pun.”

Sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok telah dimulai tanggal 21 Mei. Kantor berita corong Partai Komunis Tiongkok Xinhua pada 17 Mei mengulas 7 topik fokus sidang yang terkait cegah tangkal epidemi, target pencapaian perkembangan sosial ekonomi, pengentasan kemiskinan, membangun masyarakat makmur di segala aspek, jaminan kehidupan rakyat, revisi hukum sipil, dan tanggapan pada lingkungan eksternal. Namun aspek pengangguran, tetap adalah tantangan terbesar Tiongkok saat ini. (ntdtv/ljy/lia)

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.