Site icon NTD Indonesia

Penggerebekan Pabrik Hyundai di AS Picu Kepulangan Massal Pekerja Korsel

Para pekerja Korea Selatan di AS terburu-buru pulang setelah penggerebekan minggu lalu di sebuah pabrik di Georgia yang dioperasikan oleh Hyundai dan LG. Reuters melaporkan para karyawan bergegas pulang dari fasilitas yang dikelola oleh LG Energy Solution.

LG adalah produsen aki mobil nomor dua di dunia dan memiliki tujuh pabrik di AS, termasuk empat yang sedang dibangun. Penggerebekan Hyundai minggu lalu mengakibatkan 475 orang ditahan, termasuk lebih dari 300 warga Korea.

Banyak dari mereka yang dikirim ke AS untuk pekerjaan konstruksi atau pemasangan peralatan, namun pekerjaan semacam itu tidak diizinkan dibawah status bebas visa atau visa pelancong bisnis.

Salah satu sumber mengatakan bahwa para pekerja di pabrik LGES yang berada di AS dengan bebas visa kini telah diinstruksikan perusahaan untuk pulang. Perusahaan dilaporkan telah memberitahu subkontraktor agar membuat rencana darurat untuk memperkerjakan pekerja lokal, khawatir situasi itu akan menghambat operasi di AS.

LGES tidak memberikan komentarnya, tetapi mengatakan mereka telah mengimbau semua pekerja yang sedang dalam perjalanan bisnis ke AS untuk pulang atau bertahan di rumah masing-masing.

Perusahaan-perusahaan Korea Selatan berkata mereka kesulitan mendapatkan visa yang sesuai bagi para pekerja yang dibutuhkan di pabrik-pabrik teknologi tinggi di AS, dan memanfaatkan interpretasi longgar dari aturan visa.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa Seoul dan Washington sekarang akan membahas pembentukan kategori visa baru untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun, pada hari Kamis, Presiden Lee Jae-myung berkata penggerebekan tersebut kemungkinan akan membuat bisnis di negaranya ragu untuk berinvestasi di AS. Sementara itu, sebuah pesawat telah tiba di Georgia untuk membawa pulang para pekerja yang ditahan dalam penggerebekan. Seoul telah meminta agar warga negaranya diizinkan pulang tanpa diborgol.