Fokus

Penguncian di Wuhan akan Dicabut Tanggal 8 April, Benarkah Wuhan Sudah Aman dari COVID-19?

Dokumen dari CDC Wuhan yang diperoleh NTD, tampaknya menunjukkan bahwa rejim sudah khawatir, akan pasien dengan demam, sedikitnya 8 hari sebelum penularan dari manusia ke manusia diumumkan.

Memeriksa adanya demam adalah cara paling umum untuk menyaring pasien dengan cepat, untuk virus PKT.

Laporan tanggal 12 Januari ini, menunjukkan bahwa CDC meminta semua rumah sakit, dan pusat medis di distrik itu, untuk mencatat berapa banyak pasien demam yang mengunjungi mereka.

Seorang mantan dokter Tiongkok memberitahu kami bahwa ini adalah permintaan yang aneh, dan hanya terjadi ketika ada kecurigaan penyakit menular di wilayah tersebut.

Kolom pertama adalah daftar rumah sakit dan pusat medis, kolom kedua adalah jumlah pasien yang diperiksa hari itu, kolom ketiga menunjukkan berapa banyak pasien yang mengalami demam.

Di 5 pusat kesehatan, semua pasien di hari itu mengalami demam, di satu rumah sakit, hampir setengah pasien di hari itu, mengalami demam.

Otoritas Tiongkok mengumumkan penularan dari manusia ke manusia pada 20 Januari, itu adalah 8 hari dari tanggal laporan internal tersebut.

Sebuah dokumen tanggal 8 Februari dari distrik yang sama, tampaknya menunjukkan bahwa, tidak semua kematian akibat virus PKT, dimasukkan dalam angka resmi.

Dokumen ini berisi daftar semua rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien virus PKT di Wuhan, namun di daftar itu hanya ada 2 dari 22 pusat medis, yang dimuat pada laporan sebelumnya, pusat medis yang dimasukkan dalam daftar tersebut memiliki kematian akibat virus PKT.

Dokumen ketiga menunjukkan bahwa sedikitnya ada 8 kematian, 8 kematian ini tidak dimasukkan dalam angka resmi, karena tidak berasal dari pusat medis yang dikhususkan untuk pasien virus PKT.

Ini hanyalah sebagian kecil informasi, karena kami tidak memiliki semua bagian dari dokumen internal tersebut.

Wuhan dikatakan akan mencabut pengunciannya pada tanggal 8 April, namun para ahli memperkirakan bahwa saat ini wilayah tersebut memiliki sedikitnya 10.000 – 20.000 pasien tanpa gejala.

Rejim Tiongkok tidak memasukkan pasien tanpa gejala, yakni mereka yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala, sebagai kasus terkonfirmasi.

Ahli kepala di Departemen Pengobatan Pernafasan dan Perawatan Universitas Wuhan, mengatakan bahwa pasien tanpa gejala adalah 0,15% – 0,3% dari seluruh populasi di Wuhan. Itu artinya adalah sekitar 10.000 – 20.000 orang.

Jumlah pasien tanpa gejala di negara-negara lain, tampak jauh lebih tinggi. Membuat banyak yang bertanya, apakah otoritas Tiongkok sekali lagi, menutupi angka sesungguhnya.

Di Italia, 60 orang mendonorkan darah di sebuah kota kecil di Italia bagian Utara. Dari 60 orang itu, 40 di antaranya dites positif terinfeksi virus PKT.

Tidak satupun dari orang-orang tersebut memiliki gejala, semua berpikir bahwa mereka baik-baik saja, dan telah menjalani kehidupan dengan normal sebelumnya. Kini mereka menjalani isolasi mandiri.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi COVID-19 dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.