Seorang jurnalis China yang telah dipenjara selama empat tahun, diperpanjang hukumannya empat tahun lagi pada hari Jumat, menurut kelompok kebebasan pers internasional Reporters Without Borders.
Jurnalis China itu dihukum setelah laporan tahap awalnya pada wabah Covid19 di Wuhan, yang ditutup-tutupi Partai Komunis China. Berikut selengkapnya.
Zhang Zhang dihukum penjara 4 tahun setelah ia mengunggah kisah tentang penyebaran awal virus korona di Wuhan. Jurnalis warga itu pertama kali ditangkap tahun 2020, menyusul laporannya selama berbulan-bulan tentang rumah sakit yang penuh sesak dan jalanan yang kosong. Ini menyiratkan bahwa realita lebih buruk daripada narasi resmi pemerintah.
Zhang melakukan mogok makan setelah ditangkap, dan ia dipaksa makan dengan selang. Pengacaranya berkata ia dipenjarakan pada Desember 2020 atas tuduhan memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah. Kelompok kebebasan pers internasional RSF melaporkan kesehatannya menurun drastis dan ia dirawat di rumah sakit penjara pada 2023.
Zhang dibebaskan pada Mei 2024 hanya untuk ditangkap lagi tiga bulan kemudian. RSF berkata vonis empat tahun penjara lagi dijatuhkan Jumat lalu, menyusul laporan Zhang tentang pelanggaran HAM di China.
Kelompok tersebut mendesak komunitas internasional agar menekan Beijing membebaskannya. Mantan pengacara Zhang mengunggah di X bahwa hukumannya kali ini didasarkan pada komentar Zhang di situs web luar negeri, yang tidak bisa dijadikan dasar. Sementara pihak berwenang China tidak pernah mengumumkan secara publik aktivitas spesifik apa yang menyebabkan dakwaan terhadap Zhang.

