Fokus

Perkembangan Kondisi Wabah COVID-19 di Tiongkok

Kini kita melihat situasi virus PKT di Tiongkok.

Pihak otoritas di kota Tianjin  mengatakan semuanya terkendali.

Tapi laporan datang dari penduduk setempat, yang mengatakan mereka telah melihat hal-hal yang tidak dipublikasikan media.

Sebuah video viral yang beredar  online menunjukkan situasi di kota itu mungkin lebih buruk daripada  yang dikatakan oleh pihak otoritas.

Wanita yang merekam klip itu berkata: “Semua orang yang dikarantina di distrik Tanggu telah dipindahkan ke Rumah Sakit Rakyat Haibin.”

Menambahkan bahwa “Sudah  ada 50 atau 60 kendaraan pagi ini, dan mereka masih terus datang.”

Dia menyarankan orang-orang  untuk tidak pergi ke rumah sakit itu, menyebutnya “menakutkan” dan mencatat bahwa sejumlah petugas polisi sedang berjaga.

Awal bulan ini, pengujian virus massal dilakukan di beberapa distrik kota.

Hasil resmi menyatakan bahwa tidak satupun dari mereka yang menunjukkan hasil positif.

Tapi hasil yang luar biasa positif membuat penduduk setempat mempertanyakan mengapa masih banyak ambulans yang berbaris di luar rumah sakit.

Dan di kota lain, bernama Manzhouli, dua rumah sakit ditangguhkan awal pekan ini.

Itu setelah kota tersebut  dilockdown seminggu yang lalu.

Otoritas lokal mengatakan mereka telah menguji 200 ribu orang minggu ini.

Dari semua itu, mereka mengatakan hanya 12 yang ditemukan terinfeksi.

Kota ini terletak di Daerah Otonomi Mongolia Dalam, Tiongkok.

Menurut Biro Asuransi Kesehatan daerah itu, biaya satu tes virus adalah  16 Dolar AS (Rp 225 ribu), harga yang relatif tinggi untuk penduduk di wilayah tersebut.

Artinya untuk putaran  pertama pengujian massal, warga telah membayar lebih dari 3 juta Dolar (Rp 42 M) untuk biaya pengujian.

Putaran kedua pengujian  massal dimulai pada hari Jumat.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.