Fokus

Pertemuan Pejabat AS dan Taiwan di Bawah Pemerintahan Biden

Saint Lucia sedang merayakan hari kemerdekaan ke 42-nya.

Untuk menandai peristiwa tersebut, AS mengucapkan selamat kepada negara kepulauan Karibia itu, atas pencapaian tersebut.

Dalam pernyataannya pada hari Senin, Menlu AS, Blinken, memuji negara tersebut karena menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan HAM.

Dia menyatakan bahwa AS, bersama dengan Taiwan, mempromosikan pengembangan bisnis di pulau tersebut.

Sebagai tanggapan, Taiwan mengonfirmasi kesediaannya untuk bekerja dengan Washington, untuk membantu sekutu diplomatik berkembang.

Saint Lucia adalah satu dari 15 negara di dunia yang mengelola hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Partai Komunis Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok daratan, dan menolak upaya Taiwan untuk berdiri sendiri, di panggung internasional.

Taiwan mempertahankan sistem demokrasi, dan secara resmi disebut “Republik Tiongkok”.

Kini kita beralih ke Taiwan.

Pulau demokratis membuat terobosan diplomatik.

Itu terjadi di tengah pertemuan pejabat AS dengan mitranya dari Taiwan untuk pertama kalinya di bawah pemerintahan Biden.

Pada tanggal 17, Konsul Jenderal AS untuk Prancis, Kristen Grauer, mengunjungi utusan Taiwan untuk Prancis.

Keduanya berpose untuk foto dengan bait tahun baru, yang berbunyi: “mengejar demokrasi dan kebebasan.”

Interaksi antara AS dan diplomat Taiwan seringkali membuat marah Beijing.

Itu karena rezim Tiongkok mengklaim Taiwan adalah bagian dari Tiongkok daratan.

Rezim juga mengancam akan mengambil kembali Taiwan ke bawah kendalinya, dengan paksa.

Hubungan AS-Taiwan menghangat di bawah pemerintahan Trump.

Di masa lalu, deplu AS memiliki aturan yang membatasi interaksi pejabat AS dengan mitra Taiwan mereka.

Tapi mantan Menlu AS, Mike Pompeo menghapus peraturan itu, Januari ini.

Segera setelah itu, duta besar AS untuk Belanda mengundang mitranya dari Taiwan untuk bertemu.

Dan duta besar AS untuk Swiss, melakukan hal yang sama.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI