Fokus

Perubahan Iklim & Ulah Manusia Mengancam Owa Jawa yang Terancam Punah

Pejabat serta peneliti Indonesia mengatakan mereka sedang bekerja sama untuk melestarikan hutan di pulau Jawa yang termasuk sebagai habitat owa jawa karena khawatir terancam rusak oleh perubahan iklim dan ulah manusia.

[Arif Setiawan, Kelompok Konservasi Owa Jawa, Peneliti SwaraOwa]:

“Yang nyata ancaman sekarang adalah keutuhan hutan ini, karena semakin banyak aktivitas manusia juga, orang banyak merambah juga, membuka hutan yang awalnya itu tempat Owa, sekarang Owanya tidak ada lagi, ini yang sebenarnya lebih nyata.”

Owa jawa juga dikenal sebagai siamang keperakan, primata ini unik di Jawa Tengah dan Jawa Barat, di mana ia berperan dalam regenerasi vegetasi hutan dengan menyebarkan biji.

Konservasi International memperkirakan ada sekitar 4.000 owa jawa yang tersisa. Spesies mereka terdaftar sebagai hewan yang terancam punah di International Union for Conservation of Nature (IUCN), Organisasi Internasional untuk Konservasi Alam.

SwaraOwa dan pemerintah mengadakan program sosialisasi dengan masyarakat setempat setiap bulan dan memasang rambu larangan perburuan serta penebangan liar di hutan.

Mereka juga bekerja dengan kepala desa setempat untuk membudidayakan kopi yang ditanam sebagai bisnis, salah satu langkah praktik yang dapat dilakukan pemerintah dan peneliti untuk mengurangi kerusakan hutan.

SwaraOwa juga menjalankan wisata alam termasuk akomodasi bagi wisatawan yang berfokus pada kelestarian hutan. Hal ini juga sebagai salah satu sarana penyediaan sumber pendapatan alternatif bagi penduduk setempat agar tidak merusak lingkungan.

Selain daftar kerusakan hutan yang disebabkan oleh aktivitas manusia terus menjadi masalah, masalah lainnya yang tidak mudah untuk diatasi adalah isu perubahan iklim.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI