Fokus

Pesta Makan Saat Awal Wabah Virus Korona di Wuhan, Membawa Petaka Bagi Seluruh Warga Setempat

Foto ratusan orang yang sedang berbagi makanan saat terjadi wabah virus korona di Tiongkok, telah membuat banyak orang tercengang.

Kini, banyak warga dalam komunitas tersebut yang harus mengalami konsekuensi, terinfeksi.

Kita mendengar dari warga di sana, mengenai bagaimana sesuatu yang ditutup-tutupi pihak otoritas, telah menyebabkan penyebaran virus yang luas.

Pada pertengahan Januari, virus korona yang mematikan telah menyebar di Wuhan, Tiongkok, selama berminggu-minggu.

Baibuting, sebuah distrik yang padat di Wuhan, sedang mempersiapkan pesta makan tahunan untuk menyambut Tahun Baru Imlek.

Ada lebih dari 40 ribu keluarga yang akan bergabung. Pesta makan itu direncanakan akan diadakan pada 18 Januari. 3 hari sebelumnya, karena khawatir akan situasi wabah, staf dari komite lingkungan meminta, apakah mereka boleh membatalkan pesta makan tersebut.

Namun pejabat distrik menolak permintaan tersebut. Dan konsekuensinya, mematikan. Distrik itu kini telah menjadi salah satu area terinfeksi paling parah di Wuhan.

Tuan Li adalah penduduk dari distrik tersebut, dia mengatakan bahwa, orang-orang di 33 lebih, dari 55 bangunan apartemen di lingkungan tempat tinggalnya telah terinfeksi.

Tuan Li: “Banyak penularan yang terjadi bersamaan, kini penularan telah menjadi ledakan besar dalam komunitas. Keadaanya sudah seperti ini selama berminggu-minggu. Kini seluruh lingkungan sedang dikarantina.”

Dia mengatakan kepada NTD bahwa besarnya penularan telah mengekang kemampuan distrik untuk menghadapinya.

Tuan Li: “Jadi ada sekitar satu, dua ribu orang yang terinfeksi pada waktu yang bersamaan. Bagaimana bisa ada ranjang rumah sakit yang cukup bagi mereka? Mereka yang sudah ada di rumah sakit tidak bisa pulang lagi. Entah mereka akan hidup atau mati, hanya Tuhan yang tahu.”

Pada saat pesta makan itu terjadi, pejabat kesehatan Wuhan mengatakan bahwa virus itu bisa dikendalikan dan bisa dicegah, dan hanya ada penularan dari manusia ke manusia yang terbatas. Jadi para warga merasa, tidak banyak yang harus dikhawatirkan.

Tuan Li: “Mereka menempatkan yang disebut kestabilan sosial di atas segalanya. Departemen kepolisian telah mengatakan demikian. Saat ini prioritas mereka adalah untuk menjaga kestabilan.”

Dia mengatakan bahwa banyak informasi yang datang dari lingkungan tersebut, adalah benar. Namun pihak otoritas kemudian meningkatkan tindakan keras, dan dengan segera menghapus postingan-postingan online tersebut. Para warga juga diberitahu untuk tetap diam, atau, mereka akan menghadapi konsekuensi.

Tuan Li: “Kini, seluruh kota Wuhan berada dalam kabut kebingungan. Dan kami tidak memiliki kebebasan pers. Lebih banyak hal yang akan terjadi selanjutnya, banyak orang putus asa. Namun mereka telah dicuci otak dan diancam oleh Partai Komunis Tiongkok. Mereka bahkan tidak berani mengatakan kebenaran saat mereka sekarat. Sangat menyedihkan.”

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.