Fokus

Peternak Tiongkok Juga Terdampak Banjir

Kerusakan besar akibat banjir mematikan di Tiongkok selama seminggu terakhir.

Banyak bangkai hewan ternak yang membengkak mengambang di air, dan para peternak tidak yakin bagaimana mereka akan bertahan sampai bantuan darurat tiba.

Sekedar peringatan, beberapa pemirsa mungkin menganggap rekaman berikut mengganggu karena sifat grafisnya.

Di satu daerah, provinsi Henan di Tiongkok Tengah, penduduk mengatakan mereka bahkan tidak yakin apakah mereka akan bertahan hidup.

Peternak ini mengatakan kepada kita, bahwa dia berharap untuk “masih hidup” pada saat laporan ini disiarkan.

“Tidak ada makanan atau air,” katanya. “Hidup tidak bisa terus berjalan. Bagaimana hidup bisa terus berjalan? Kami sudah bangkrut.”

Hewan ternak yang mati telah membengkak, dan kini mengapung di air.

Masalah rumitnya, adalah bahwa musim panas lalu, Tiongkok dilanda demam babi Afrika parah, yang tidak berbahaya bagi manusia tapi biasanya membunuh babi.

Sekarang setelah banjir menghanyutkan kotoran di pertanian, ada kekhawatiran, wabah lain bisa terjadi.

Dan itu bisa berarti kerugian yang lebih buruk bagi beberapa petani, daripada dampak langsung dari banjir.

Seorang peternak bernama Tuan Cheng mengatakan kepada kami bahwa dia telah kehilangan hampir seluruh peternakan babinya. Seluruh mata pencahariannya.

Dia harus menjadi buruh migran untuk bertahan hidup.

“Kami tidak memiliki keterampilan lain,” katanya.

“Kami hanya dapat menemukan pekerjaan migran untuk mencari nafkah. Kami tidak punya pilihan karena kami memiliki orang tua dan anak-anak yang harus diurus.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI